Selasa, 28 April 2009

SMKM 2 Gelar Try Out UN Gratis

Try out UN SMP/MTs Negeri/Swasta se Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes berlangsung di SMK Muhammadiyah 2 (SMKM 2) Kaligangsa Kota Tegal, diikuti 215 peserta pada Minggu (12/2).  Menurut Wakil Kesiswaan Kisbiyanto SAg, try out tahun ini peserta tidak dipungut biaya administrasi. Kecuali memberikan infak sebesar Rp 5.000 untuk konsumsi, book note dan materi UN dari empat mata bidang studi yang diujikan.

"Awalnya kami hanya menargetkan dua ratus peserta ternyata yang mendaftar lebih dari itu," kata Kisbiyanto, di kantornya. Dijelaskan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan. Bedanya dengan pelaksanaan  try out tahun sebelumnya, panitia mengundang siswa SMP/MTs tidak hanya Kota Tegal, tetapi ditambah dari Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal.

Menurut Kepala SMKM 2, Drs Riswanto, tujuan try out selain untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IX di bidang mata pelajaran yang akan di-UN-kan. "Apalagi standar kelulusan UN tahun ini lebih tinggi dari sebelumnya. Maka kita perlu menyiapkan agar para siswa berhasil menempuh ujian dengan nilai memuaskan," harapnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tegal. H. MA Rahman Djawahir SAg. Dalam sambutannya, MA Rahman menekankan bahwa pendidikan di semua tingkatan baik sekolah swasta maupun negeri semuanya ingin mewujudkan keberhasilan berupa pencapaian nilai di atas rata-rata nilai standar kelulusan bahkan menjadi yang lebih baik. "Muhamamdiyah dalam hal ini Dikdasmen juga turut bertanggung jawab dalam menyukseskan cita-cita itu. Karena keberhasilan pendidikan seperti pencapaian nilai terbaik itu menjadi kewajiban kita bersama," papar H. M A Rahman.

Ditambahkan Kisbiyanto, selain sebagai upaya mengasah kemampuan siswa kegiatan ini juga dalam rangka mengenalkan almamater SMKM 2 kepada para peseerta. "Mudah-mudaham dengan tryout semacam ini hasilnya dapat dijadikan ukuran kemampuan para siswa, sehingg semakin meningkatkan semangat belajar dan lebih percaya diri dalam menghadapi UN nanti," pungkasnya.

 

FOTO- SERIUS - Para siswa dari SMP/MTs dari Kota/Kabupaten Tegal dan Brebes sedang serius mengerjakan soal try out UN di SMK Muhammadiyah 2 Tegal, Minggu (22/2).



Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

Senin, 27 April 2009

Anak-anak dan Mainan

Anak-anak dan Mainan, Dua Sisi Mata Uang

 

BERMAIN merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh

kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang

berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak

menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena

beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya

terhadap perkembangan jiwa anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak yakni kesehatan. Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat. Intelegensi, anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir

mereka. Jenis kelamin, anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan

sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus. Lingkungan, anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan,

waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak

berkurang. Status sosial ekonomi, anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap  dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah. Melalui jepretan  Fothographer, terabadikan sejumlah jenis mainan anak * 



Apakah wajar artis ikut Pemilu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Senin, 20 April 2009

Demi Nikah, Tolak UN

ADA 53 dari 4.915 siswa SM/MA/SMK di Kota Tegal yang tidak mengikuti pelaksanaan Unjian Nasional (UN) hari pertama, Senin (20/4). Mereka ada yang memberikan keterangan juga ada yang tanpa alasan mereka absen UN. Tapi ada satu siswa yang terang-terangan menolak ikut UN demi untuk persiapan pernikahannya. Satu siswa ini berasal dari SMK Islam Teknologi (Istek) Jurusan Teknik Mekanik Otomotif.

Kepala SMK Istek, Drs Tulus Siswanto dalam keterangannya menjelaskan, siswa yang mengundurkan diri bernama Fajar Aditya Suryanto, beralamat di Larangan, Kabupaten Brebes.

“Sebelum pelaksanaan UN, kami sudah mendatangi rumahnya dan menemui Fajar serta orangtuanya untuk menanyakan alasan pastinya. Kami bahkan membujuk Fajar agar tetap mengikuti ujian, namun Fajar tetap menolak mengikuti ujian karena berencana akan menikah,” katanya.

Menurut Tulus, pihaknya sangat menyayangkan ketidakikutsertaan Fajar karena langkah Fajar dalam mengenyam pendidikan menengah atas hanya tinggal sekitar satu bulan lagi. Namun, rupanya Fajar tetap menolak mengikuti ujian. Sehingga, sekolah akhirnya menyuruh Fajar untuk membuat surat pernyataan bermaterai, agar di kemudian hari sekolah tidak disalahkan atas ketidakikutsertaan Fajar.

Saat dikonfirmasi mengenai siswa SMK Istek yang mengundurkan diri, Ketua Panitia Penyelenggara UN SMA/MA dan SMK Kota Tegal, Dra Titik Andarwati menjelaskan, siswa tersebut dihitung tidak mengikuti UN. “Siswa tersebut kami anggap tidak mengikuti UN dan tidak mengganggu rekap peserta UN,” katanya. Dalam perinciannya Titik Andarwati mengatakan, total peserta UN 2009 di Kota Tegal sebanyak 4.915 siswa. Rinciannya, 2.472 siswa dari SMA/MA dan 2.443 siswa dari SMK.

Dari jumlah itu, lanjutnya, ada 52 siswa di antaranya yang ijin tidak mengikuti ujian. Untuk SMA ada 11 siswa terdiri dari SMA kelas IPA di SMA 2 ada dua siswa, SMA 4 ada satu siswa dan SMA 5 ada satu siswa. Sedangkan untuk SMA kelas IPS, SMA 5 ada dua siswa, SMA PGRI ada satu siswa dan SMA Pancasakti ada tiga siswa. Serta dari SMK sebanyak 41 siswa.

“Alasannya kami belum tahu. Untuk ke 52 siswa tersebut, bisa mengikuti ujian setelah ujian utama selesai atau mengikuti ujian susulan pada Senin (27/4) mendatang,” ujarnya.

Untuk siswa yang tiba-tiba sakit saat pelaksanaan ujian, Titik mengatakan, pihaknya mengimbau agar siswa yang sakit wajib membuat surat keterangan sakit. Jadi, Enakan UN, Sakit apa Nikah ya…?

Minggu, 19 April 2009

Selamat Mengerjakan LJUN, Yakinlah Kalian Sukses


PELAKSANAAN ujian nasional (UN) SMA/MA/SMK mulai Senin (20/4/09). Pengawas diimbau agar tepat waktu, bahkan datang sebelum pelaksanaan ujian berlangsung. Jika pengawas terbukti datang terlambat, maka Pemkot Tegal akan memberikan sanksi.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tegal, Suryaningsih Budiastuti SH usai Rakor UN, Sabtu (18/4) lalu di Aula SMK 1 Kota Tegal. Tuti (panggilan Suryaningsih) menegaskan, jika pengawas ujian terbukti datang terlambat, maka pihaknya akan memberikan sanksi administrasi.

“Pengawas diharapkan bisa datang sebelum ujian dilangsungkan atau bahkan saat soal ujian datang. Sebab, soal dan lembar jawaban ujian nasional (LJUN) mulai diambil dari masing-masing sub rayon pukul 06.45 WIB setiap harinya,” katanya.

Tuti menambahkan, para pengawas juga dilarang melakukan kecurangan dalam pelaksanaan ujian nanti. Untuk itu, Disdik dalam mengantisipasi segala kecurangan akan memperketat pengawasan dari pelaksanaan hingga pengembalian lembar jawaban UN.

Tuti meminta kepada pengawas ujian, setelah selesai ujian, lembar ujian dimasukkan dalam amplop A dan B serta diurutkan sesuai nomornya dan setelahnya dijadikan satu amplop. “Jika pengawas terbukti melakukan kecurangan akan kami beri sanksi tegas, baik berupa sanksi administrasi maupun sanksi kepegawaian,” katanya.

Dalam rakor tersebut, Tuti juga memberikan laporan tentang pelaksanaan UN. Menurutnya, soal UN dari Provinsi Jateng sudah sampai di Tegal sejak Sabtu (19/4) pagi lalu dan langsung didistribusikan ke sub rayon SMA di SMA N 1 dan sub rayon SMK di SMK N 2 dengan dikawal ketat oleh Polresta Tegal.

Dalam laporannya, Tuti menyampaikan pula, sebanyak 4.915 siswa mengikuti UN, 2.472 siswa dari SMA/MA yang akan menempati 125 ruang dan 2.443 siswa dari SMK yang akan menempati 144 ruang. Sedangkan untuk siswa yang tidak bisa mengikuti ujian di jadwal yang seharusnya, akan diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan setelah pelaksanaan UN utama.

“Dalam pelaksanaan UN nanti, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami segera dilapori agar bisa mengambil langkah-langkah secepatnya. Selain itu, dana penyelenggaraan UN berasal dari APBN I dan APBD II. Jadi tidak ada pungutan dari siswa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Tegal, Habib Ali Zaenal Abidin SE saat acara rakor juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, dalam pelaksanaan UN nanti, jangan sampai ada siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena adanya kendala penyelesaian administrasi.

“Untuk para pengawas, kami minta jangan sampai anak-anak dibuat tegang saat pengawasan ujian. Lakukan semuanya karena niat ibadah dan jangan sampai melakukan kecurangan,” tegasnya. Betul ya Habib… Soal UN kan udah sulit, jadi peraturannya jangan tambah rumit.

Jumat, 17 April 2009

Pesan di Dinding Facebook (1)

Aku tulis di dinding pesan dalam Facebook begini:

Hamidin Krazan: Ya Allah, jangan sampai In Box, Dahsyat menjadi peleleh konsentrasi anakku, anak tetangga dan anak Indonesia yang tengah mengarungi jembatan tes akhir semester dan UN nanti. Mengapa setiap pagi aku mulai menggelisahkan acara itu? Mampukah doa anak bangsa membekukan dahsyatnya hingar bingar entertainment? Untuk sekejap saja.... sebab Indonesia masih diperbudak 'tuhan' Ijazah....

Dalam hitungan menit, saudaraku dalam FB, maupun teman lama langsung memebri komentarnya:


Jamila Parwin dan Anggrek Biroe menyukai ini.


Mba Dari pada 8:28 16 April melalui Facebook di Ponsel

Mungkin perlu kita protes stasiun tv tersebut.

Denbayan Kasurupan pada 8:30 16 April
benar kang, ,acara televisi sudah semakin mengancam
Hamidin Krazan pada 8:36 16 April
@Sdri Dari, jika ada ruang yang dapat membuat jiwa anak-anak lebih tertarik dari acara Tv, aku lebih suka memilihnya. karena protes akan menuai kontra protes, seperti membuang puntung rokok di dekat pom bensin
@cara membuat kita tak tertarik acara televisi apa ya?
Denbayan Kasurupan pada 9:03 16 April
wah itu susah kang, karena televisi selalu menggoda dengan propagandanya
caranya kita lawan televisi dengan kegiatan nyata,,misalnya mendampingi anak-anaknya menonton & memberikan masukan
bulan juni nanti saya mengadakan acara wisuda iqro dengan tema melawan sinetron ! kalo televisi terlalu luas,,, yaa kita lawan dengan kegiatan yang lebih positif, anak dipancing untuk meninggalkan tv dan beralih mengikuti kegiatan lain

Triana Septiarini pada 12:02 16 April

bagus bgt.....

Denbayan Kasurupan pada 13:18 16 April

protesnya kaya gimana bang?
ga bakalan mempan ! saia & kawan-kawan pernah bikin petisi dan petisi itu ditujukan ke KPI, tetep aja ga ngaruh bang ...

Alay Suba pada 13:42 16 April
Weiiiyyyy wong bapake sendiri yang hobi In Box, kok malah nyalahin anak. Wong tiap jam setengah tujuh anak udah pergi sekolah kok.....

Ery Sofid pada 13:58 16 April
TV itu ... Racun Duniaaaaaaaa ...

Ery Sofid pada 13:58 16 April
TV itu ... Racun Duniaaaaaaaa ...

Rabu, 15 April 2009

Ada Pengetahuan Sosial di Pameran Foto


MENCERMATI – Beberapa siswa dari rombongan kelas VIII SMPN 15 Kota Tegal tengah mencermati foto yang dipamerkan di Pendapa Ki Gede Sebayu Kota Tegal, Selasa (14/4/09).

ROMBONGAN siswa dari beberapa sekolah mulai berdatangan di arena pameran foto yang digelar panitia HUT Kota Tegal ke 429. Kegiatan berlangsung sejak Senin hingga Sabtu (13-18/4) mendatang di Pendapa Ki Gede Sebayu Kota Tegal. Tak terkecuali, para siswa kelas VIII dari SMPN 15 Kota Tegal yang dibimbing gurunya, salah satunya Siti Mudrikah SPd.
“Kami datang hanya dengan rombongan siswa dari kelas VIII, sebanyak 36 anak. Tujuan utamanya, agar anak-anak mengenal wajah Walikota dan Wakil Walikota Tegal melalui foto yang dipamerkan di sini,” kata Mudrikah kepada NP, Selasa (14/4).
Dijelaskan, selain itu, juga ingin mengajak anak-anak untuk mengenali Kota Tegal dengan beragam sisi kehidupannya melalui hasil karya fotografi yang dipamerkan. Menurutnya, memberikan pengetahuan sosial bisa juga diupayakan melalui media foto. “Memang sisi kemanusiaan yang direkam melalui potret tidak secara langsung memotret dunia pendidikan di Kota Tegal, tetapi makna dari pendidikan itu sendiri sudah terwakili dari potret lainnya,” katanya.
Seperti foto berjudul Iqra yang memperlihatkan seorang lelaki membaca koran di sebuah warung penjualan bermacam media cetak. Menurutnya, potret itu cukup memberi arti pentingnya membaca. Atau foto seorang anak sedang membaca koran dengan menggunakan penerangan cahaya lilin.
“Secara fisik memang tidak ada potret tentang pendidikan, seperti suasana ruang kelas yang kebanjiran. Tapi, foto-foto itu cukup mewakili pentingnya menumbuhkan budaya baca bagi kalangan masyarakat,” tambahnya.
Dari dua siswa yang ditemui NP, mereka mengaku lebih terenyuh saat menyaksikan foto yang bersifat human interest seperti foto berjudul potret masyarakat miskin. “Aku merasa kasihan aja ketika melihat foto yang itu, “ kata siswi kelas VIII, Indri Putri Amaliyah.
Hal senada juga dikatakan Faizal Mustakim, sambil melihat foto berjudul Sketsa Masyarakat Miskin dan Sketsa Wong Cilik. “Banyak yang bagus sih, tapi aku lebih suka foto yang menggambarkan kalangan orang miskin, “ ujar Faizal (Ham)

Kamis, 02 April 2009

Wisata Malam Pramuka Penggalang SMA N 1 Kota Tegal

SISWA kelas X SMA N 1 Kota Tegal mengikuti kegiatan wisata malam, renungan dan ulang janji dalam rangka pengukuhan pemakaian badge Ambalan Manggala Taruna (putra) dan Ambalan Dewi Sartika (putri) pada Selasa (11/9/07) malam lalu. Upacara pembukaan sekaligus prosesi pemberangkatan wisata malam dilaksanakan di lapangan belakang sekolah SMA N 4. Secara berurutan para siswa berjalan beriringan sesuai arah yang ditunjukkan kakak pembinanya hingga finis di halaman SMP N 1 Kota Tegal.
“Kegiatan yang berlangsung hingga tengah malam ini sebagai tindak lanjut bagi mereka setelah mengikuti perkemahan Tunas Muda selama lima hari, awal Agustus lalu di Bumi Perkemahan Sikucing Banyumudal Moga Pemalang,” kata Pembina Pramuka SMA N 1 Kota Tegal, Suyanto SPd. kepada NP, usai kegiatan berlangsung.
Dijelaskan Suyatno, seluruh siswa kelas X di bidang kepramukaan masih bersetatus Penggalang. Agar naik menjadi Penegak, maka mereka harus mengikuti perkemahan tersebut. “Dalam perkemahan Tunas Muda, semua anak telah dikukuhkan kenaikan golongannya dari Pramuka tingkat Penggalang menjadi Pramuka tingkat Penegak,” papar Suyanto.
Kegitan di perkemahan meliputi pembukaan, pentas seni, P3K, PBB, tali temali, semaphore, kerohanian, wade game, karya ilmiah, api unggun dan olah raga. Setelah siswa dilantik dari Pramuka penggalang menjadi penegak, secara otomatis mereka berhak mengikuti kegiatan penegak. “Setelah menjadi penegak, kegiatan dititiktolakkan pada kegiatan ilmiah dan pengabdian masyarakat,” ujar pembina Pramuka yang juga guru mapel Sosiologi.
Selanjutnya, setelah siswa menjadi Pramuka penegak, dalam kurun waktu tiga bulan, mereka yang memenuhi persyaratan sesuai dengan adat dan peraturan, maka anak tersebut dapat dinaikkan tingkatannya dari setatus Tamu Penegak menjadi Calon Penegak. “Secara resmi kenaikan tingkat itu ada pelantikannya juga. Biasanya bentuk seremonialnya berupa rely sepeda ke suatu tempat. Sedangkan seremonial dan pelantikan Tamu Penegak menjadi Calon Penegak rencananya akan dilaksanakan Nopember mendatang,” tambah Suyanto (Hamidin Krazan)

WISATA MALAM: Pembina Pramuka SMA N 4, Suyanto SPd., dua dari kanan, menyaksikan prosesi pemberangkatan para Pramuka penggalang saat mengikuti Wisata Malam dalam rangka pengukuhan pemakaian badge Ambalan. q Foto NP: Hamidin Krazan

Rabu, 01 April 2009

Venoni Permata Ayu Bisa Semua Gaya

TIDAK ada kata sulit dalam setiap melakukan segala sesuatu. Asal mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan tekun belajar, niscaya kemudahan akan menyertainya. Keseriusan seperti itu telah dibuktikan siswi kelas 5 SDN Mintaragen 5 Kota Tegal, Venoni Permata Ayu S. Meski usia Noni masih sangat belia, dia sudah mampu mewakili sekolahnya dalam kancah olah raga renang. “Semua gaya renang sudah aku pelajari sampai bisa,” aku Noni yang didampingi Kepala Sekolah SDN Mintaragen 5, Tuminem SPd., Selasa (25/9) di kantor sekolah.
Dijelaskan Noni, gaya renang yang telah dikuasainya ada empat. Yaitu gaya bebas, gaya dada, gaya kupu-kupu dan gaya punggung. Menurut Noni, di antara keempat gaya itu, gaya dada dianggapnya paling mudah dipraktikkan. Tetapi dalam lomba, Noni siap memperagakan semua gaya.
Dari gelanggang ke gelanggang, Noni berhasil membuktikan prestasinya. Terakhir Noni sempat maju ke kompetisi renang tingkat provinsi tetapi belum berhasil meraih juara. Sebelumnya dalam POPDA SD-SMP-SMA- SMK/sederajat tingkat Kota Tegal, ia berhasil meraih juara I renang gaya bebas untuk nomor 100 meter (m) putri. Juara III renang gaya kupu-kupu 50 m putri, juara II renang gaya bebas 50 m putri, juara II renang gaya bebas 50 m putri, juara III renang gaya punggung 50 m putri. Kemudian tiga kali juara III Ku V (lima) 100 m untuk gaya punggung, gaya bebas dan kupu-kupu. Juara II Ku V 50 m gaya kupu-kupu putri.
Anak pertama dari dua bersaudara putri pasangan Eniwati dengan Gunawan Setiono ini mengaku belajar renang sejak berumur tiga tahun. Dalam seminggu Noni berlatih renang sampai 3 kali di gelanggang renang Purin.
Bagi pemilik cita-cita, jadi seorang apoteker, ini selain jago renang juga selalu prestasi di bidang pengetahuan umum di sekolahnya. Sedangkan kelihaiannya di bidang olah raga renang, Noni berjanji tidak akan pelit membagi ilmunya kepada teman-teman yang mau belajar bersama. “Aku kan masih perlu banyak belajar juga,” akunya merendah. nKB 13

Umi Maslakhatun Qariah Ingin Jadi Reporter

MEMBACA Alqur’an bagi kaum muslim suatu ibadah. Tapi banyak di antaranya malas membaca petunjuk Allah itu. Sekali dibaca, tidak disertai dengan cara membaca yang benar sesuai tajwid. Apalagi dengan irama syahdu. “Anehnya, dalam sehari-hari kita lebih suka bernyanyi daripada rajin mengaji,” aku siswa kelas X SMA Muhammadiyah Bumiayu Kabupaten Brebes, Umi Maslakhatun.
Dinilai Umi, fenomena itu semakin banyak, baik di lingkungan rumahnya maupun di sekolah. “Syukur di sekolah kami ada ekstrakurikuler pelajaran qiraah, jadi mending lah,” ujar qariah kelahiran Brebes, 26 Maret 1991. Putri pasangan Teguh Suswanto dengan Solikhah ini selain pintar tilawah juga mengaku gemar menyanyi lagu-lagu pop. “Terutama lagu-lagunya Anggun C. Sasmi. Tapi masih rajin mengaji,” aku Umi kepada NP, beberapa waktu lalu di sekolahnya.
Menurut Umi, sebelum menjadi juara qiraah, dia belajar dari banyak guru. Pertama ia belajar tilawah kepada guru SD, setelah SMP belajar kepada Budenya --Mukharomah Nisa (32) qariah tingkat nasional – sedangkan di SMA Umi belajar tilawah kepada ustad Mas’ud SAg.
Prestasi yang pernah diraih, Juara I MTQ Tingkat Desa Sirampog, Juara II MTQ Tingkat Kecamatan Bumiayu, Juara I MTQ Tingkat Kabupaten Brebes.
Di sekolahnya, selain ikut ekstrakurikuler qiraah, Umi juga ikut bina vokalia dan kepanduan Hizbul Wathan (HW). “Sebenarnya cita-citaku ingin jadi reporter,” cetusnya.
Alasannya? “Jadi reporter wawasannya luas dan kelihatannya asyik,” jawab Umi singkat. Oh, iya? (hamidin)

Titin Nur Janah Jangan Patah Semangat

Setiap Titin Nur Janah mengikuti lomba, selalu ingat pesan ibunya. “Berusahalah meraih kemenangan. Jangan patah semangat jika kalah,” kata Titin menirukan pesan ibunya.
Siswa kelas enam SD Mintaragen 8, kelahiran Tegal, 27 Oktober 1996 ini mempunyai hobi membaca buku. Terutama buku mata pelajaran di sekolahnya. Anak pertama dari pasangan Toto Susilo dengan Susiyanti ini cukup banyak mengikuti ajang perlombaan. Baik lomba di tingkat kecamatan, Kota Tegal bahkan sampai tingkat provinsi.
“Saya pernah ikut lomba khitobah tingkat Provinsi Jawa Tengah tetapi tidak juara, karena saingannya lebih berat,” kata Titin saat mengungkapkan kenangannya yang tak terlupakan kepada NP, Rabu (5/12) di rumahnya di Jalan Halmahera Mintaragen.
Siswa pemilik cita-cita ingin menjadi gubernur Jawa Tengah ini, prestasinya lumayan banyak. Baik prestasi akademik maupun non akademik. Sejak kelas tiga Titin selalu masuk dalam peringkat 10 besar. Juara II lomba Khitobah tingkat Kecamatan Tegal Timur. Juara I Khitobah tingkat Kota Tegal. Juara III lomba Pidato Antar Pelajar SD tingkat Kota Tegal 2007. Juara I lomba Menggambar tingkat Kota Tegal. Juara II lomba Tari Golek Sulung Dayang tingkat Kota Tegal.
Diakuinya, keterampilan berkhitobah berkat bimbingan Ibu Ely dan Ibu Ummi, guru di sekolahnya. Sedangkan kegiatan di luar sekolah, Titin mengikuti les bahasa Inggris di masjid Baitul Iman (hamidin)

Tenda Raksasa SMKN 2

TEGAL (NP) Memperingati hari HUT Gerakan Pramuka ke 57 SMKN 2 Kota Tegal memasang tenda raksasa di halaman sekolah. Hal itu dikatakan Pembina OSIS, Prayoga SPd kepada NP, Kamis (14/8).
“Pembuatan tenda raksasa ini sepenuhnya dikerjakan para siswa yang dimulai sejak awal masuk ajaran baru sekitar sebulan lalu,” kata Prayoga.
Dijelaskannya, tenda yang tervuat dari bahan mori putih itu ukurannya meliputi panjang 271 meter dan lebar 13 meter. Tenda itu dapat berfungsi sebagai layos peneduh di setiap ada kegiatan di halaman sekolah. “Kegiatan selain pembuatan tenda raksasa, khusus siswa kelas XI mengadakan ziarah ke makam tokoh Pramuka di Tegal Timur,” kata Prayogo nKZ

TENDA RAKSASA – Para anggota Pramuka SMKN 2 Kota Tegal sedang memasang tenda raksasa hasil karyanya di halaman sekolah qFoto NP: Hamidin Kz

Tarikh Azis Ulman Juara Pidato

Kelahiran Bogor, 10 Maret 1991. Tinggal di desa Parareja, Banjarharja Brebes. Hobi olah raga, anak pertama dari Warsidi Bagus dengan Diah Melawati. Siswa SMK Dinamika Kota Tegal. Prestasi yang pernah diraih striker club sepak bola kabupaten Brebes. Lomba Pidato dan Cerdas cermat tingkat Kecamatan.
Dalam lomba pidato antar pelajar, Azis membawakan pidato berjudul Peranan Pemuda dalam Mewujudkan Moralitas Bangsa.
Cita-citanya ingin menjadi orang yang bebas dan kaya raya yang bermanfaat. Kiatnya dalam mengikuti lomba, pertama menyiapkan materi yang dalam bentuk rangkuman singkat, lalu membaca buku keagamaan untuk referensi, serta berlatih pidato di depan ayahnya sekaligus memintanya untuk memeberikan masukan jika ada kekurangan baik dalam materi, cara penyampaian maupun gaya dalam berpidatonya. Selain itu, Azis juga menyerahkan konsep pidatonya keapda guru pembina.(Hamidin)

Susilo Gumilang Dead Came True

HOBI siswa kelas IX SMPN 2 Kota Tegal, Susilo Gumilang ini, boleh dibilang beda. Sebagaimaa dikatakan Susilo kepada NP, ketika ditemui di sekolahnya. Diakuinya, dia ingin pandai di bidang tulis menulis. “Karena saya suka, maka saya ingin mengembangkan bakat menulis,” kata Susilo optimis.
Jenis tulisan yang disukai Susilo, yakni cerita tentang dunia misteri. Bagi susilo, menulis dunia misteri itu membutuhkan sebuah keberanian. Terutama kalau sedang ada persoalan pribadi, biasanya mood menulis terasa begitu mengalir.
Dead Came True, itulah judul novel yang sedang ditulis susilo. Cerita itu berkisah tentang kematian yang pasti akan datang.
Menyukai bacaan tentang makhluk yang misterius. Kini sedang membuat novel yang diilhami daris ebuah cerita Film horror berjudul Quen of The Damne. Menyukai buku cerita misteri seperti Harry Potter, Agatha Christy
Prestasi yang eprnah diraih, Juara II Lomba IPA Tingkat Kecamatan, Juara II Lomba Gerak Jalan (beregu). Kini di sekolah mengikuti kegiatan ektra Rumpun IPs. Bercita-cita ingi menjadi dokter.
‘suka mengumpulkan kata-kata bermakna. Semacam kata mutiara,’ akunya.
Anak pertama dari dua bersaudara (hamidin)

Sulthonah Utamakan Membaca Al Qur’an

MEMBACA Al Qur’an harus tartil. Yakni sesuai dengan tata baca yang benar sebagaimana diatur dalam ilmu tajwid. Panjang pendeknya huruf harus pas sesuai harokat yang ada. “Itulah asyiknya membaca firman Allah. Banyak ilmu yang terkandung di dalamnya. Karena itu, dibanding membaca berita gosip, saya lebih mengutamakan membaca Al Qur’an,” ujar siswa kelas IX SMP Al Irsyad Kota Tegal, Sulthonah alias Nana, kepada NP, Selasa (2/10).
Menurut putri dari pasangan M. Usman Ganzal dengan Zakiyah, Al Qur’an adalah bacaan mulia. Bagi pembacanya akan mendapatkan pahala dari Allah. Karenanya sangat pantas, setiap kita membacanya harus menggunakan adab dan tata cara yang benar. “Saya belajar tartil Al Qur’an sejak masih duduk di bangku TK,” ujar Nana. Cewek kelahiran Tegal, 28 Mei 1993 ini mengaku, katanya, sejak kecil ia belajar Al Qur’an kepada ustadz Aksan di Taman Bacaan Qur’an (TBQ) Al Irsyad. Setelah SMP lebih banyak belajar sendiri. “Terkadang belajar melalui tape recorder bersama abah (ayah),” aku Nana. Hingga kini prestasi yang pernah diraihnya, juara I MTQ tingkat Kota Tegal tahun 2006 dan juara I MTQ tingkat Kota Tegal tahun 2007. Setiap lepas senja Nana rutin membaca Al Qur’an. Hingga kini, sudah dua kali taman (khatam) Al Qur’an. “Pertama khatam di rumah, kedua kalinya khatam di sekolah,” aku siswi yang juga hobi melukis. nKB13

SMP Salafiyah Pekalongan Prestasinya Unggul dan Berakhlak Mulia

Tahun ajaran 1962 tepatnya 18 Maret sebagai hari pertama diselenggarakannya pendidikan bernama Madrasah Salafiyah Sanawiyah (MSS) IV tahun dengan jumlah murid lima orang. Selama enam tahun para proses belajar mengajar bertempat di rumah pinjaman hingga tiga kali pindah. Mulai tahun 1968 Pengurus Madrasah Salafiyah berhasil membangun sebuah gedung di atas tanah wakaf komplek Masjid Jami’ (kauman ) Pekalongan.
“Sejak tahun 1968 siswa kelas IV MSS mulai mengikuti ujian akhir SMP/SLTP sebagai ekstrane lewat SMP N 1 Pekalongan. Disamping itu juga mengikuti ujian akhir PGA 4 tahun,” kata Kepala SMP, H Machmud Masjkur kepada NP, Selasa (19/3) di kantornya.
Dijelaskan H Machmud, sistem pendidikan tingkat SLTP yang 4 tahun ternyata tidak dapat dipertahankan karena dituntut untuk menyesuaikan sistem pendidikan yang umum. Maka sejak tahun 1969 diubahlah menjadi 3 tahun masa belajar.
“Bahkan atas usaha dan ketekunan serta semangat dari berbagai pihak baik guru, pengurus serta orang tua murid, MSS diubah menjadi SMP Salafiyah sejak tahun 1970, lalu dikukuhkan melalui surat tanda tercatat (STT) sebagai SMP, dimana pada ujian akhir statusnya tidak lagi sebagai peserta ekstrane melainkan menjadi peserta ujian,” papar H Machmud, pejabat kepala sekolah sejak 2001.
Secara bertahap peningkatan mutu dan kemajuan di berbagai bidang semakin terwujud. Sejak tahun 1973 SMP Salafiyah menyelenggarakan ujian sendiri, pada tahun 1991 berhasil meningkatkan status DIAKUI menjadi status DISAMAKAN.
Kini sekolah yang memiliki 637 siswa dengan tenaga pendidik sebanyak 49, dalam kegiatan pembelajaran selain mengacu pada kurikulum dari Diknas juga dipadukan dengan kurikulum salafiyah yang mengacu pada sistem pesantren. Dengan tambahan materi fiqih, hadis, tauhid, balaghoh (sastra Arab), faraid (ilmu waris), juga tafsir, musthalah hadis dan Ahlussunah waljamah (ke-NU-an).
Di SMP plus yang beralamat di Jalan KH Wahid Hasyim Kauman Pekalongan ini dalam sepekan jumlah jam belajar sebanyak 54 jam. Prestasi sekolah dari tahun ke tahun terus bertambah. Ratusan prestasi siswa dari berbgai lomba berhasil diraihnnya baik di bidang akademik seperti lomba pidato, kompetensi IPA, mengarang Bulan Bahasa, Mapel Bahasa Indonesia dan 10 besar olimpiade Matematika se karesidenan Pekalongan. Sedangkan presatsi nonakademik seperti bermacam olah raga dan seni. Khusus MTQ dari tahun ke tahun siswanya berhasil meraih prestasi hingga tingkat provinsi Jawa Tengah. ”Diharapkan dalam semangat salafi, unggul dalam prestasi, tanggap terhadap perkembangan iptek dan santun dalam akhlakuk karimah,” pungkas H Machmud memaparkan visi sekolah yang dipimpinnya (hamidin)

SMP M 3 Kota Tegal Berantas Buta Huruf Alquran

DI SMP Muhammadiyah 3 Kota Tegal, antara siswa yang masih buta huruf Alquran, siswa yang sudah bisa membaca tetapi masih terbata-bata, atau lancar mambaca tetapi tajwidnya salah, masing-masing dikelompokkan kemudian digembleng secara intensif hingga mereka mampu baca tulis Alquran secara baik dan benar.
“Itu salah satu upaya kami dalam memberantas buta huruf Alquran bagi siswa,” kata Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Kota Tegal, Tarnoto SPd, kepada NP, Selasa (11/12).
Dijelaskan Tarnoto, selain program ibadah muamalah juga ada praktik pelatihan mental dan kemandirian dengan cara membiasakan para siswa secara terjadwal berlatih pidato (kutum) dan membaca kitab secara bergantian masing-masing tiga kali dalam sepekan setiap ba’da Dhuhur.
“Bentuk kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang tidak kalah penting, seperti pencak silat perguruan Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TSPM), olah raga, computer, kepanduan Hizbul Wathan (Pramuka) dan seni teater,” rinci Tarnoto yang menjalani amanahnya sebagai Kepala Sekolah belum genap setahun.
Di sekolah yang beralamat di Jalan Asem Tiga Gg V/27B ini tanamkan prinsip ‘Hadir untuk Memacu Prestasi’ terkandung maksud sebagai upaya mewujudkan missi sekolah, sebagai wadah untuk menyetak kader Islam yang unggul, menyintai persaudaraan sesama umat Islam serta, gemar berdakwah sekaligus meningkatkan kualitas SDM.
Prestasi yang pernah diraih di bidang akademik dalam Ujian Nasional tahun ajaran 2006/2007 tingkat kelulusan mencapai 83,33 prosen, naik sekitar 33,3 prosen dari tahun ajaran sebelumnya. Sedangkan prestasi nonakademik dalam Porda 2007 berhasil meraih juara 2 Pencak Silat. Juara I Futsal antar sekolah Muhammadiyah se Kota Tegal 2007. Sedangkan pada Popda 2006 meraih juara I Pencak Silat, juara I Lompat Tinggi, juara II Lari 100 M, dan juara I Balap Sepeda kategori Time Trial dan juara II kategori Road Race (hamidin)

PENDIDIK – Para pendidik SMP M 3 Kota Tegal tampak berbaris saat mengikuti upacara bendera di halaman sekolah. qFoto NP: Hamidin Kz

Tim Basket Smansa Pekalongan Sportainmen Banget

TIM basket SMA N 1 (Smansa) Kota Pekalongan menerjunkan personil 12 anak dalam perebutan piala Walikota Cup dalam ajang kompetisi bola basket LP3I 2008 di GOR Wisanggeni Tegal, beberapa waktu lalu.
Di bawah komando kapten basket Fahmi, tim basket Smansa yang terdiri dari Herman, Doni, Temi, Amar, Sidqi, Amar Basyir, Ariawan, Adib, Prakoso dan Tomi beserta supporter dari tim basket putri, pulang ke Kota Batik diwarnai rasa suka cita mengusung piala dan hadiah lain.
“Di sekolah kami, selain ada ektrakurikuler basket bagi siswa dan siswi pada umumnya, juga punya tim basket khusus. Ekstrakurikuler basket dilatih Pak Sulikan Spd, sedangkan tim basket khusus dilatih Kak Faik,” kata Amar Basyir, kepada NP, yang ditemui di sela-sela pertandingan.
Tim basket Smansa memiliki pola permainan keras dan tangguh setiap melakukan steal. Sementara pihak lawan seperti SMA N 1 Kota Tegal, SMA Alirsyad dan SMA Pius juga karakter serupa. Sehingga pertempuran sengir tidak terelakkan namun tetap sportif. “Meski bermain keras tetapi sportif jadi enak enak ditonton. Sportainment lah,” komentar pelatih basket Tim Smansa, Faik.
Meski bermain maksimal dan unggul, namun Faik menilai tim yang diasuhnya masih memiliki kekurangan dalam formasi pertahanan. Jika itu sudah dibangun hasilnya lebih baik lagi. “Maklum, dalam sehari anak-anak bertanding tiga kali,” ujarnya merajuk.
Di bawah komando Fahmi, para pemain lain setiap melakukan assist penuh trik sehingga gerak lincahnya sulit terbaca bahkan mengecoh lawan main. Sayang, setiap ada kesempatan lempar bola sering kali bola hanya bergulir bibir ring dan muntah tanpa peroleh poin. Prestasi lainnya antara lain juara I Liga Basket tingkat Kota Pekalongan (hamidin)

BARIS – Tim basket Smansa Kota Pekalongan berbaris sebelum memulai pertandingan final melawan Tim Basket SMA Pius di GOR Wisanggeni Sabtu (29/3) qFotoNP: Hamidin Krazan

SMA N 2 Tegal Sanlat Bahas Problematika Remaja

DALAM perjalanan hidup manusia, masa remaja merupakan saat-saat yang paling indah. Masa yang sangat menyenangkan. Tetapi tidak sedikit remaja yang bernasib apes. Pasa masa-masa indahnya justru ditimpa berbagai persoalan. Baik persoalan dari dalam diri sendiri, persoalan dalam keluarga, maupun persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Mencermati kondisi obyektif seperti itu, dalam kegiatan pesantren kilat (sanlat) SMA N 2 Tegal, selain peserta sanlat diberi materi tentang pengetahuan keislaman, juga materi pengetahuan psikologi remaja tentang Problematika Remaja.
“Setidaknya dengan materi ini pelajar dapat memahami persoalan-persoalan yang muncul dari dalam diri sendiri sekaligus mengerti jalan keluar pemecahannya secara islami,” Kata Wakil Kepala Kurikulum SMA N 2, Poerbo SPd., kepada NP, Senin (1/10) yang didampingi Pembina Mental Agama Islam, Drs. Nasirun dan Sekbid Pembina Mental Agama Islam, Abdul Ghofar BA., di kantor sekolah.
Materi Problematika Remaja pada hari pertama disampaikan oleh Kasi Urusan Haji Depag Kota Tegal, Drs. Suwarso, sedangkan pada pertemuan kedua (Selasa, 2/10) disampikan oleh Kepala KUA Tegal Barat. Sedangkan materi keislaman seperti Ibadah, Akidah Islamiyah, Akhlak, Al Qur’an disampikan oleh para guru yang terjadwal.
Tujuan kegiatan sanlat, lanjut Suwarso, untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang agama Islam bagi siswa sehingga dapat meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah. Kegiatan ini diikuti sebanyak 24 rombongan siswa dari kelas X s.d XII, berlangsung sejak Jum’at- Kamis (28-29/9 dan 1-4/10). Teknis pelaksanaannya dilakukan secara bergantian. Setiap dua hari terdiri dari dua kelas. “Siswa yang tidak mendapat giliran mengikuti sanlat, mereka mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” tambah Poerbo.
Dijelaskan Poerbo, sanlat dimulai jam 07.00 sampai usai shalat Duhur. Tiap pagi sebelum dimulainya pemberian materi oleh penceramah, siswa diwajibkan tadarus Al Qur’an yang dibimbing guru pengajar. Salain sanlat, sejak awal puasa diselenggarakan shalat Dhuha berjamaah dan kuliah sepuluh menit (Kulsum). “Tadarus Al Qur’an tidak hanya pada bulan Ramadan saja. Setiap Jum’at selama 30 menit siswa wajib tadarus Qur’an yang diteruskan dengan pembinaan kerohanian oleh guru mapel di kelas masing-masing,” jelas Poerbo menambahkan (Hamidin)

AKIDAH – Peserta sanlat putaran kedua dari siswa kelas X yang terdiri dari 8 rombongan kelas tengah menyimak materi Akidah Islamiyah dari pemateri, Slamet SPd., di ruang ketrampilan SMA N 2 Tegal, Senin (1/10). qFoto NP: Hamidin Kz.

SMA Alirsyad Juara III LP3I Basket Ball Competition 2008

Tim terdirid ari 15 siswa kelas X dan keals XI. Terdiri dari tim putra dan putri.
Basket sebagai salah satu ektrakurikuler setiap hari Sabtu.
Juara II dalam POPDA 2008. Juara I Open Tuenamen di Slawi 3 on 3. juara II Porda kota Tegal 2007.
Selain fisik juga kedisiplinan anak. Faktor tinggi badan sangat berpengaruhd alam permainan basket.
Nomor punggung 4 siswa kelas XI IPA – 2, Sawzi direkruit untuk Tim basket Tegal yang digabungkan dengan tim basket SMA Pius dalam Popda tingkat provinsi Jawa tengah.
“Kemauan siswa dan bakat, jika anak menyukai basket dia akan ebrusaha ebrlatih dengan tidak mengandalkan latihan di sekolahs aja, tetapi dia akan berusaha mempelajari secara serius. Jika hanya mengandal;kan pelatihandari guru olah raag dis ekolah, hasilnya akan minim. Dis ekolah pakling untyuk emantapkan dan mengarahkan saja,” kata guru olah raga SMA Alirsyad drs Mulyartono.
“Dalam semi final Tim Alirsayd menghadapi SMAN I Pekalongan sehingag permainan lebih heboh. Karena keduanya mempunyai cara bemain yang cepat, keas tetapi sportif.
“Perlu banyak berlatih terutama dalam melatihj ketahana fisik,” anjurnya. Maksudnya agar kekuatan pertahan lebih merata tidak jomplang yang akan memudahkan lawan menembus area pertahanan (Hamidin)

Slamet Riyadi Hidup dengan Mimpi

Hiduplah dengan mimpi tetapi jangan hidup di dalam mimpi. Kalimat manis itu menjadi motto hidup Slamet Riyadi. Bagi siswa kelas VIII c SMP Salafiyah Kota Pekalongan ini mengaku yakin, hidup dengan mimpi bukan sebuah uthopia. Justru menjadi pemacu dalam semangat belajar untuk mewujudkan impian. Tentu saja impian yang indah dan menakjubkan. Menurutnya, banyak orang yang sukses dalam hidupnya karena diawali dari impian-impian. Seperti Bung Karno dan Bung Hatta yang pernah mempunyai impian tentang kemerdekaan Indonesia, dan akhirnya impian itu bisa terwujud. Begitu juga dengan Gajah Mada yang mempunyai impian tentang bersatunya beberapa kepulauan nusantara. Namun demikian, anak yang beralamat di Jalan Sumatra gang 9 Kelurahan Sapuro Pekalongan ini ternyata memiliki cita-cita luhur yakni ingin menjadi guru. “Bagi saya menjadi seorang guru merupakan cita-cita luhur karena mendidik merupakan pekerjaan yang mulia,” kata Slamet kepada NP, pekan lalu di sekolahnya di Jalan KH Wahid Hasyim Pekalongan.
Bungsu dari tiga bersaudara buah cinta pasangan Abdul Rozak dengan Mujaroh ini lahir di Pekalongan, 22 Mei 1994. Selain Slamet mempunyai hobi membaca, juga dirinya mengaku lebih senang melakukan belajar secara individu dibanding dengan belajar secara berkelompok.
Menurut Slamet, belajar berkelompok memang baik, tetapi seringkali menjadi tidak efisien. “Karena ketika belajar dengan teman-teman seringkali banyak waktu yang vetyrbuang hanya untuk bercanda dan semacamnya sehingga belajar menjadi kurang focus,” ujar pemilik sederat prestasi di bidang pengetahuan agama Islam dan seni baca Alqur’an.
Prestasi yang pernah diraih yaitu juara I Mapsi cabang Dirosah tingkat Kota Pekalongan. Juara II lomba Mapsi cabang Dirosah tingkat Provinsi Jawa Tengah. Juara I lomba MTQ cabang tartil tingkat Kota Pekalongan. Sebelumnya ketika masih duduk di bangku SD, Slamet juga pernah menjadi juara I lomba Dokter Kecil tingkat Kota Pekalongan dan juara I lomba Mapsi antar SD tingkat Kota Pekalongan. “Mudah-mudahan dengan adanya bimbingan dan motivasi dari guru saya bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi,’ pungkas Slamet berharap (hamidin)

G-Strez Cara Rileks Ala Cewek

SEKOLAH bagian dari kewajiban untuk menuntut ilmu yang seringkali rutinitasnya bikin seorang pelajar merasa suntuk bahkan jenuh. Untuk mengurai kejenuhan itu, seorang pelajar bisa dengan berperan aktif di sebuah kegiatan ekstra. Baik di sekolah maupun di luar sekolah.
“Kita-kita punya kiat buat ngilangin suntuk, ya melalui acara rileks dan ngumpul bareng sama anggota G-strez ini, misalnya ikutan acara macam gini lah…” kata siswi SMA N 1 Pemalang, Amel kepada NP, di lokasi Oto Contest yang diselenggarakan dalam rangka HUT Kabupaten Pemalang ke 433 di Pantai Widuri, Minggu (20/1).
Dijelaskan Ketua G-Strez, Amel mengikuti ajang kontes keren-kerenan motor salah satu agenda dari komunitasnya. Kegiatan lain berupa acara bakti sosial, touring dan semacam diskusi seputar pengetahuan otomotif bersama komunitas lain yang ada di Pemalang.
“Jangan salah ya, G-strez ini perkumpulan pelajar yang hobi motor, personilnya khusus cewek loh….. Cowok yang mau ikutan? No way, ceileee,” seloroh Amel yang disetujui Sari, Erlin dan sekawanan cewek manis lainnya.
Menurut Amel, G-Strez, Community for Ladies Only ini dibentuk sejak dua tahun lalu. Personilnya sebanyak 20 cewek dari SMA N 1, 2 dan 3 Pemalang, juga ada anggota dari Bandung. Personil yang ikut dalam ajang kontes motor, adalah siswi kelas XI A, Sari yang menampilkan motor ceper dengan polesan serba hijau sewarna dengan jaket switer yang digenakannya pada siang itu. Personil lain yang turut ramai-ramai turut menyuportnya, yakni Dian, Sela, Ayu, Uca, Ilul, Toruz, Laras (SMA N 1 Pemalang) juga ada Erlin (SMA N 2 Pemalang) dan Selvi dari Bandung (hamidin)

KEPANASAN – Personil G-Strez rela kepanasan saat menungu pengumuman hasil lomba Oto Contest di bawah terik matahari yang membakar Pantai Widuri Minggu 920/1). qFoto NP: Hamidin Krazan.

Banjir Masuk TK Arum KBM Terhambat

SLAWI (NP) - Salah satu item tata tertib Taman Kanak-kanak (TK) Arum Tegalwangi yang tertempel di dinding kantor sekolah tertulis, anak TK harus hadir 15 menit sebelum pelajaran dimulai.
Pada hari Rabu pagi (6/2) kemarin sebagian anak dari 70 siswa TK Tegalwangi ternyata tidak bisa datang ke sekolah tepat waktu, bahkan kegiatan belajar mengajarpun tidak berjalans eperti biasanya, akibat banjir menggenangi rumah mereka dan sekolah mereka.
“Begitu kami sampai di depan pintu gerbang sekolah berserta anak-anak, ternyata seluruh area sekolah terendam banjir. Setelah koordinasi dengan guru akhirnya kami mengajurkan anak-anak agar belajar di rumah,” kata Kepala TK Arum Tegalwangi, Talang, Kabupaten Tegal, Endang Prihatiningsih kepada NP, di kantor sekolah yang menyerupai kolam ikan akibat banjir yang melanda Desa Tegalwangi dan sekitarnya.
Dijelaskan Endang, dari sisi prestasi baik siswa dan gurunya cukup memuaskan, tetapi kondisi fisik TK yang kini dipimpinnya masih jauh dari harapan. “Minimal lantainya ditinggikan, tapi lebih baik jika sekolah dibangun bertingkat, sehingga setiap hujan deras dan banjir melanda seperti ini kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Untuk itu kami sedang menyusun proposal permohonan dana pembangunan kepada dinas pendidikan untuk rehabilitasi gedung,” terang Endang Prihatiningsih.
Menurut Endang, kini jumlah guru yang mengajar di sekolah yang dipimpinnya ada lima orang. Prestasi anak di antaranya meraih juara I lomba Lima Bidang Pengembangan tingkat Kabupaten Tegal tahun 2007, juara lomba Tari Kreasi Baru dan lomba mewarnai gambar. Prestasi guru di antaranya, meraih juara I lomba pembuatan Alat Peraga Edukatif (APE) tingkat Kecamatan Talang dan juara II lomba serupa tingkat Kabupaten Tegal (hamidin)

Sekolah Gratis Ancam Sekolah Swasta

TEGAL (NP) – Pemberian dana BOS bagi sekolah swasta tingkat SMP tidak 100 persen. Sekarang ada lagi program sekolah gartis, program itu menguntungkan pada sebagian masyarakat di lingkungan pendidikan tertentu. Bagaimana dengan nasib sekolah swasta? Bisa jadi pada tahuan ajaran baru mendatang, sekolah swasta bisa tidak dapat murid. Karena semua tergiur masuk ke sekolah yang gratis itu.
Kekhawatiran itu disampaikan Kepala SMP Muhammadiyah 2, Margadana Kota Tegal kepada NP, Selasa (29/1) di ruang kerjanya.
“Meski ada dana BOS, tetapi bagi sekolah swasta kan tidak seluruhnya. Sementara jumlah siswa yang perlu diinfus di sekolah kami, jumlahnya melebihi kuota dari dana yang dikucurkan. Dari daftar rencana siswa asuh sebanyak 30 anak, setelah diseleksi akhirnya ada sepuluh anak yang bebas murni dan masih ada 20 anak yang hanya memperoleh keringanan. Tanggungan biaya itu diperoleh melalui pemberian donatur dari para tokoh masyarakat,” jelas Wachyudi. “Ditambah sekarang ada sekolah gratis, otomatis orang tua memilih yang gratis kan?” punkas Wachyudi. (Hamidin Krazan)

SDN Mangkukusuman I Miliki Grup Band

Grup band SDN Mangkukusuman (MKK) I Kota Tegal terbentuk sejak tahun 2002. Keberadaan band SD ini merupakan bagian dari banyak jenis kesenian di sekolah yang kini dipimpin Abdul Mu’min SPd.
Jenis kesenian lainnya meliputi, drum band, paduan suara dan rebana. Sebagaiamn grup rebana, para personil band didominasi siswa kelas VI, sehingga setiap tahun berganti orang.
Hal tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi guru pembimbing. Karena dia harus jeli untuk menjaring siswa yang memiliki bakat dan kemampuan dakam memainkan instrumen musik.
“Biasanya sejak kelas empat, kami mulai memantau kemampuan anak melalui hobinya. Bagi anak yang sudah diketahui pandai memainkan salah satu jenis alat musik, dia bisa direkrut untuk bergabung dalam pelatihan yang diselenggarakan di sekola,” kata pelatih band, Saptono Muyono kepada NP, pekan lalu.
Grup band MKK I memiliki 8 personil, masing-masing M Afif Jauhari (gitar), Adin Miftah (bass), Dzaki Alkahfi (Keyboard), Haris- Nafis (drum), Intan, Anggi, Nana (vokal).
Kiat menjaring personil band dengan cara interview, bagi anak yang memiliki hobi main musik tentu lebih mudah disertakan. Karena itu akan mempercepat proses latihan kekompakan. “Jika masing-masing anak sudah punya bekal bermain musik, di sekolah tinggal latihan harmoninya saja. Karena kalau melatih dari dasar setiap jenis alat musik tentu waktunya tidak mencukupi,” ujar Saptono.
Dalam hal ini, latar belakang keluarga, dukungan orang tua dan minat serta bakat anak itu sendiri yang sangat mendukung terwujudnya grup band sekolah ini. Mengenai instrumen memang sudah disediakan dari sekolah.
“Tahun lalu, setiap menjelang liburan semestaer atau dalam acara class meeting ada pertunjukkan band siswa, tetapi sekarang waktu liburan sekolah malah dipakai buat ulangan. Sehingga latihan band hanya untuk mengisi acara perpisahan kelas VI,” papar Saptono, yang juga guru olah raga itu (hamidin)

SD Sumurpanggang 3 Selalu Adaptasi dengan Masyarakat

KIAT meraih simpati masyarakat agar mereka menyekolahkan putra-putrinya ke suatu sekolah yang dianggapnya cocok itu bukan perkara mudah. Apalagi di sebuah tempat yang terdapat lebih dari satu SD. Oleh karena itu pihak sekolah harus pandai menebar simpati masyarakat agar mau menyekolahkan anaknya ke sekolah yang dipimpinnya.
“Beberapa tahun lalu anak-anak usia SD di sekitar Sumurpangang lebih memilih sekolah di sini. Tetapi setelah dibangun jembatan penyebrangan Kali Kemiri yang bisa akses ke Jalan Ki Hajar Dewantoro, cukup berpengaruh terhadap perolehan siswa baru di sekolah kami,” kata Kepala Sekolah SD Sumurpanggang 3 Kecamatan Margadana, Warga SPd, kepada NP, pekan lalu di kantornya.
Menurut Warga, agar perolehan siswa tidak sampai kurang dari kuota yang ditetapkan Pemerintahan Kota Tegal, pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah maupun para gurunya harus mempunyai beberapa kiat. “Pertama harus pandai beradaptasi dengan masyarakat setempat. Kedua harus supel. Ketiga senantiasa menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Keempat tidak segan-segan untuk aktif ke dalam kegiatan di lingkungan masyarakat,” tutur Warga yang menjabat Kepala Sekolah di SD Sumurpanggang 3 sejak 24 maret 2004. Sebelumnya, Warga bertugas sebagai Kepala Sekolah di SD Cabawan III.
Kini siswa yang dipimpinnya berjumlah 295 anak yang terbagai dalam enam kelas.
Sedangkan guru kelas ada 5 orang. Guru Pendidikan Jasmani dan Kesenian, Guru Pendidikan Agama masing-masing 1 orang. Guru wiyata bakti untuk mata pelajaran muatan lokal Bahasa Inggris dan Komputer masing-masing 1 orang.
Di SD Sumurpanggang 3 ini, kegiatan olah raga yang cukup menonjol adalah sepak bola, bulu tangkis dan atletik seperti lempar lembing. Sedangkan kegiatan ektrakurikuler yang yang ada, latihan rebana, pramuka, pencak silat dan seni tari.
Prestasi yang pernah diraih para siswanya dalam ajang Porseni antara lain juara I Penyanyi Tunggal tingkat Kecamatan Margadana.
Diakui Warga, peningkatan sarana pendidikan di SD yang dipimpinnya, sejak tiga tahun belakangan ini telah banyak mengalami kemajuan. “Selama tiga tahun bantuan Pemerintah Kota mengucur untuk pembangunan gedung, hingga sekarang kondisi fisik gedung hampir seluruhnya telah diperbaharui,” katanya. Padahal sebelum dirinya bertugas di sekolah ini, kondisi bangunannya sudah tua.
Semua itu sebagai upaya untuk memajukan kegiatan sekolah. “Semoga semua kegiatan yang diselenggarakan akan semakin meningkatkan kualitas dalam proses belajar mengajar,” harap Warga (hamidin)

DIPERBAHARUI – Hampir seluruh gedung ruang kelas SD Sumurpanggang 3 sudah diperbaharui sejak tiga tahun lalu. qFoto NP: Oky L

Sanlat SMA N 1 Paguyangan Brebes

PESANTREN kilat (Sanlat) di SMA N 1 Paguyangan Brebes Selatan diikuti Sebanyak 517 orang, terdiri dari rombongan kelas X s.d XII. Sanlat yang diselenggarakan sesuai jam kegiatan belajar itu dilaksanakan selama enam hari. Kegiatan berlangsung sejak Rabu (26/9) s.d Selasa, ( 2/10) Oktober di kelas masing-masing. Hari pertama sampai hari keenam masing-masing, kelas X dua hari, kelas XI dua hari dan kelas XII dua hari. Kegiatan dimulai sebagaimana jam pelajaran biasa, dari jam 07.30 s.d 12.00 wib.
“Sebalum materi dimulai, semua santri (kecuali yang berhalangan Red.) diharuskan bertadarus Al Qur’an secara bersama-sama selama 10 menit. Setelah itu tiga orang mewakili kelasnya secara bergantian menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) di hadapan teman-temannya. Materinya seputar keislaman. Setelah tiga orang menunaikan tugasnya, barulah pemateri menyampaikan materinya,” kata Pembina Osis SMA N 1 Paguyangan, Drs. Sarif kepada NP, Sabtu (29/9) di ruang tamu sekolah.
Materi yang disampaikan meliputi Keimanan, Ibadah, Akhlak, Al Qur’an dan Tarikh Islam. Para pemateri terdiri dari dewan guru sebanyak 30 orang. Menurut Sarif, para guru yang biasa mengajar di kelas X ditugaskan di kelas XI atau sebaliknya. Perubahan formasi itu, dimaksudkan agar peserta sanlat lebih semangat, dan tidak merasa jenuh. “Sedangkan penyajian materi meliputi metode ceramah, diskusi dan tanya jawab,” kata Sarif.
Sanlat ini merupakan program tahunan dari bagian kesiswaan. Tujuannya, kata Sarif, untuk meningkatkan pemahaman terhadap ajaran Islam bagi para siswa, dalam upaya tercapainya tujuan sekolah. Yaitu siswa dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agamanya dengan baik yang ditunjukan dalam perilaku keagamaan keseharian.
Pada kesempatan itu, kata Sarif, selain kegiatan sanlat yang ditangani langsung oleh dewan guru, para pengurus OSIS juga menyelenggarakan kegiatan keislaman berupa peringatan Nuzulul Qur’an pada Sabtu, (29/9) malam. Dalam kegiatan itu, selain diisi dengan ceramah, juga khataman al Qur’an. “Dari 114 surat dalam Al Qur’an dibaca secara bergantian oleh masing-masing kelompok siswa hingga sampai khatam,” kata Sarif menambahkan. nKB 13

CERAMAH – Para peserta Pesantren Kilat (Sanlat) putri tengah mendengarkan penjelasan tentang kegiatan Sanlat dari Pembina OSIS SMA N 1 Paguyangan, Brebes Drs. Syarif, Sabtu (29/9). qFoto NP: Hamidin Krazan

Reza Tama Marlantika Perilaku Anak Beriman

PERILAKU anak beriman. Itulah judul dari urian ceramah Islam yang disampaikan siswa kelas 5 SD N Mintaragen 7, Reza Tama Marlantika dalam lomba khitobah, baik dalam ajang lomba tingkat kecamatan, tingkat kota maupun tingkat provinsi. Dikatakan Reza, sebelum lomba dilaksanakan, ia senantiasa dilatih oleh gurunya, Ibu Eni Sriharyati. “Terkadang saya disuruh latihan berceramah di depan teman-teman di dalam kelas,” tutur Reza kepada NP, Selasa (25/9).
Prestasi yang pernah diraih Reza, juara Khitobah tingkat Kecamatan Tegal Timur, juara I lomba Khitobah tingkat Kota Tegal dan pernah mengikuti lomba Khitobah tingkat provinsi di Ungaran Jawa Tengah, tetapi sampai sekarang belum ketahuan hasilnya.
Selain senang lomba, Reza juga senang dengan mata pelajaran di sekolahnya. Anak pertama dari pasangan Sriningsih dengan Raharjo ini, mengaku senang jika ada pekerjaan rumah (PR). Menurutnya, dengan adanya PR otomatis belajar di rumah menjadi semangat. “Biasanya kalau nggak ada PR saya selalu diingatkan untuk belajar oleh mama,” kata Reza. Ketika ditanya tentang cita-cita, dengan singkat Reza yang suka makan mie dan main PS ini hanya menjawab singkat, “Ingin jadi dokter,” katanya singkat (Hamidin)

Reski Desianti Ketua Osis Vokalis

GRUP band pelajar di Kota Tegal jumlahnya tak terhitung. Baik yang dibentuk atas prakarsa guru kesenian sebagai kegiatan mata pelajaran ekstrakurikuler di sekolahnya ataupun atas kehendak para siswa yang dilatarbelakangi hobi seirama. Di antara grup yang ada, personilnya bisa terdiri dari siswa dari satu sekolah maupun siswa lintas sekolah. Salah satunya grup band Ghe-Mezt.
“Grup band Ghe-Mezt, personilnya ada tujuh cewek yang berasal dari sekolah yang berbeda dengan mengambil tempat latihan di sebuah rental musik di Slerok,” kata vokalis grup band Ghe-Mezt, Reski kepada NP, di sebuah cafĂ© di Mall Pacific pekan lalu.
Dijelaskan siswi kelas XI SMA PGRI Kota Tegal ini, dari ketujuh personil itu selain dirinya juga ada siswi yang satu sekolah dengannya yaitu Nurhikmah (drum) dan Fitri (Melodi). Tiga siswi dari SMK N 2 Kota Tegal yaitu Alen (vokal), Dona (rytem) dan Zulfi (bass), sedangkan Tiara (keyboard) siswi SMA Alirsyad Kota Tegal.
Selain sebagai vokalis, anak tunggal kelahiran Wonosobo, 18 Desember 1991 ini kini di sekolahnya menjadi Ketua Osis. Karenanya ada kegiatan rutin yang terpaksa ditinggalkan karena Reski tetap mengutamakan belajar dan berusaha jarang bolos sekolah. “Aku pernah jadi penyiar radio namun karena jadwal siarannya benturan dengan jam sekolah, terpaksa aku undur diri,” terang Reski. Penyuka jalan-jalan, nyanyi dan acting ini sewaktu di bangku SMP pernah meraih juara baca puisi dan lomba karawitan (hamidin)

Nurlela Suka Melawan Guru

HORMAT dan patuh kepada guru adalah kewajiban siswa. Salah satunya, pelajaran yang dijarkan harus senantiasa diingatnya. Jika siswa tidak patuh kepada gurunya pasti akan dikenai sanksi. Lain halnya dengan Nurlela, siswa kelas VI SD N Panggung 14 Kota Tegal. Menurut Nur, setiap istirahat sekolah dia sering melawan gurunya dalam bermain catur. “Saya sering catur melawan Pak Guru,” tutur Nur sambil tersenyum malu-malu kepada NP, di ruang guru.
Sebagaimana dijelasakan guru kelas VI, Dwi Raharjo yang melatih siswanya bermain catur di sekolah, bakat dan kesukaan Nur terhadap catur sudah terlihat sejak kelas 3 SD. Setiap ada even lomba pertandingan catur di sekolah memang selalu diadakan seleksi. Salah satunya Nurlela. “Karena dia yang terbaik maka dikirim untuk mengikuti lomba, ternyata berhasil,” papar Dwi Raharjo.
Selain rajin latihan setiap Jumat sore di sekolahnya, Nurlela juga telaten berlatih catur dengan ketika kakak juga ayahnya di rumah. “Di rumah saya selalu main catur, kadang melawan ayah saya,” kata Nur yang tidak segan-segan menantang catur kepada teman kakaknya yang datang ke rumah. Semakin banyak berlatih, menurut anak ke 4 dari 6 bersaudara anak pasangan Sartono dengan Tarsini yang bercita-cita ingin menjadi guru ini merasa semakin percaya diri .
Prestasinya yaitu juara I Catur tingkat Kota Tegal dalam Porda tahun 2006 dan tahun 2007. Juara I Catur tinghkat Kota Tegal dalam porseni. Pecatur cilik dari Kelurahan Panggung ini pernah maju dalam pertandingan catur antar SD tingkat provinsi, namun tidak berhasil meraih juara. “Dalam bermain catur yang penting bagaimana bisa mematikan lawan,” pungkas Nur (Hamidin)

MI Al Islamiyah Budayakan Perilaku Islami

SALAH satu upaya untuk mewujudkan manusia beriman yang memiliki kecerdasan dan keterampilan serta akhlak yang mulia, para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Islamiyah Panggung Kota Tegal mengikuti kegiatan pesantren kilat (sanlat) Ramadan yang berlangsung sejak hari Selasa sampai Kamis (2-4/10) di sekolahnya. Adapun materi yang sampaikan oleh para ustadz dan ustadzah meliputi tata cara shalat wajib beserta doa yang dibacanya, tata cara wudhu dan praktiknya, cara bertayamum dan materi yang berkenaan dengan penanaman sikap yang mulia yaitu akhlakul karimah dan kalimat thayibah.
Kepala MI Al Islamiyah Panggung, Bachran, menjelasakan, kegiatan semacam sanlat sebenarnya sebagai satu kesatuan untuk mewujudkan tujuan sekolah. Yakni para siswa mampu memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam perilaku sehari-hari, juga mampu memperoleh prestasi akhir yang memuaskan serta berusaha membudayakan perilaku islami. Kegiatan pesantren diikuti siswa kelas tiga yang menjalankan puasa sampai kelas enam jumlahnya sekitar 85 siswa.
Selain kegiatan pesantren kilat Ramadan, kata Bachran, masih banyak kegiatan ektrakurikuler lain yang diselenggarakan dalam upaya melaksanakan bimbingan secara efektif agar para siswa berkembang optimal sesuai potensi yang dimilikinya. Kegiatan yang dimaksud, terdiri dari hafalan wajib asmaul husna untuk kelas dua, sempoa, komputer, Pramuka dan rebana. Sedangkan tenaga pengajar terdiri dari 10 orang.
Kini sejumlah prestasi yang telah diraih siswa di madrasah yang terletak di jalan KH Muchlas Panggung, Kota Tegal ini, antara lain Juara MTQ tingkat Kota Tegal, Juara MTQ tingkat Karsidenan Pekalongan dan Lomba MIPA mapel IPA dan Matematika tingkat Kota Tegal, bahkan dua lomba di bidang akademik itu dua orang siswa sempat mengikuti kompetisi dalam ajang Olimpiade IPA dan Matematika di tingkat provinsi. Meski belum membuahkan hasil (Hamidin)

Mega: Buang Angan-Angan

Usaha yang utama, bukan sekedar angan-angan. Itulah prinsip penyanyi serba bisa, Megarifera Fitri Adila kepada NP, Jumat (5/9) di sekolahnya.
“Selagi masih banyak kesempatan belajar aku berusaha mengembangkan bakat yang kusukai,” kata Mega. Selain sering tampil di panggung sebagai penyanyi, Mega juga menjadi penyiar di radio Best FM. Setiap jam 16.00 sampai 20.00 WIB suara merdunya berkumandang membawakan acara Popiku. Padahal pagi hingga siang anak pertama dari tiga bersaudara ini stastusnya masih sebagai pelajar di SMA N 3 Slawi.
“Sebagai siswa aku nggak mau ketinggalan di bidang akademik, tetapi buat mengasah bakat aku juga harus getol berusaha,” akunya.
Bersama grup band Gen-K, cewek yang sangat percaya diri ini sering tampil di sejumlah even. Baginya, segala sesuatu yang dianggap tantangan akan dijalaninya.
Menurut Mega, kesuksesan itu tidak datang dengan sendirinya. Kesuksesan merupakan hasil dari berbagai upaya dalam bentuk kerja keras dalam menerobos tantangan yang menghadang.
“Berani hadapi tantangan bukan pekerjaan mudah, apalagi kalau kita meniti karier di dunia entertainment. Tetapi jika tantangan itu bisa ditaklukan, kemudian menjadikan tantangan itu batu pinjakan untuk meraih prestasi dan kesuksesan, hasilnya lebih memuaskan,” papar cewek kelahiran Tegal, 26 Desember 1991. Sedangkan hobina suka baca buku sastra, nulis puisi, cerpen terutama menyanyi(Hamidin)

Fadilah Amin Belajar Bulu Tangkis Kepada Ayah

BAGI siswi kelas VI SD Tegalwangi 1 Kabupaten Tegal, Fadilah Amin, mengaku tiada hari tanpa berlatih bulu tangkis. Karena Amin ingin serius mengasah bakatnya agar memiliki keahlian khusus di bidang olah raga bulu tangkis yang disukainya sejak masih duduk di kelas tiga SD.
“Selain latihan rutin di Sinar Mutiara Tegal setiap hari Senin, Rabu dan Jumat, juga gemar menonton tayangan olah raga di televisi khususnya kalau Taufik Hidayat bertanding,” kata Amin yang mengidolakan pemain bulu tangkis kesayangannya itu kepada NP, Selasa (12/2) yang didampingi guru kelasnya, Kusbiranto di kantor sekolah.
Diakui Amin, selain dirinya, kakak dan adiknya serta ayahnya juga menyukai olah raga bulu tangkis. “Selain berlatih dengan pelatih di club, setiap ada kesempatan di rumah juga senantiasa bertanding dengan ayah. Karena di samping rumah ada land bulu tangkis,” ujar anak kelahiran Tegal, duabelas tahun silam, putra ketiga dari lima bersaudara pasangan Kasroni dengan Siti Aisyah.
Cita-citanya ingin menjadi pemain bulu tangkis yang handal. Hingga kini prestasi pebulu tangkis berbadan mungil ini pernah tiga kali meraih juara pertama. Baik juara I tingkat Kecamatan Talang, Juara I tingkat Kabupaten Tegal dan beberapa kali juara 3 tingkat kecamatan dan Kabupaten Tegal. “Ketika maju bertanding di tingkat provinsi, saya kalah dengan lawan main dari Comal,” aku Amin sambil tersipu (hamidin)

Mading SMADAGAL Tampilan Ngepres, Isinya Tegal Bangeeet

MAJALAH dinding dengan tampilan pas-pasan alias ngepres, baik tata letak maupun tampilan artistiknya, namun isinya Tegal banget. “Isi memang Tegal banget. Karena porsi isinya 70:30. Perbandingan antara informasi tentang Kota Tegal lebih besar dibanding materi lainnya,” kata Ketua Tim Mading SMA N 2 Kota Tegal (Smadagal), Ari Alan kepada NP, di lobi sekolah, Kamis (6/12) lalu.
Alan mengakui, dalam tampilan mading yang diberi jargon Mading Anak Uhuy (eM-A-yU) hasil kreasi bersama empat orang temannya memang sederhana tapi filosofis. Alas mading terbuat dari streorofom dengan latar belakang warna biru muda, merah dan kuning yang degradatif. Terkandung makna Kota Tegal sebagai Kota Bahari yang penduduknya memiliki semangat dan etos kerja tinggi dalam menggapai harapan masa depan yang lebih cerah.
“Kami sebenarnya pesimis setelah melihat mading karya teman-teman dari sekolah lain yang begitu artistik dan taat letak lebih heboh,” aku Alan. Lantara itu, Alan dan kawan-kawan tidak habis pikir, begitu Mading Smadagal dinobakan sebagai juara I oleh Panitia Lomba Mading Antar Sekolah tahun 2007 yang diselenggarakan Disdik dan UPTD Perpustakaan Daerah Kota Tegal.
Proses pengerjaan madingpun waktunya ngepres. Tapi berkat bimbingan guru bahasa Inggris Fitri Spd, dan kerja keras tim akhirnya berhasil menyisikan 6 peserta lain. Tim terdiri dari Ari Alan siswa kelas XI IPS 1 selaku Ketua tim mading dibantu Septi Ade dari kelas XI IPS 4 (wakil), Sigit S kelas XI IPS 3 (editor), Nur Hikmah kelas XI IPS 1 (layout) Ma’rifani FA kelas XI IPS 3 (redaktur),
Rubrikasinya meliputi berita tentang kegiatan Walikota Tegal Adi Winarso S.Sos, tanam 50 pohon mangga lali jiwo. Ada artikel babad Kota Tegal, sebuah uraian singkat sejarah Ki Gede Sebayu Pendiri Pemerintahan Tegal tahun 1587 – 1625 M. Ada informasi kerajinan yang ada di Kota Tegal, seperti batik tulis Tegal yang dilengkapi foto Wakil Walikota Tegal Dr Maufur sedang meninjau hasil produksi batik khas Tegal. Ada informasi tentang sentra pariwisata, bisnis dan pembangunan Kota Tegal meliputi pembangunan Alun-alun Kota Tegal, Pantai Alam Indah (PAI), Pelabuhan Kota Tegal, Pelabuhan PAI Tegal Sari, Mall, Pasar Pagi beserta foto-foto asli hasil jepretan sang Redaktur, Ma’rifani. Sedangkan rubrik sastra menampilkan puisi karya Nur Hikmah berjudul Kota Tegal (hamidin)

70 Persen Lulusan SMK YPP Terserap Kerja

TEGAL (NP) – Setiap tahun alumni SMK YPP tersalurkan kerja di perusahaan mencapai 65 hingga 70 persen. “Kami berusaha maksimal untuk bisa merealisasikan sesuai harapan awal para orang tua siswa yaitu agar anak dapat lulus sekolah dan memperoleh kerja,” kata Ketua Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK YPP Kota Tegal, Solehin SPd kepada NP, Senin (26/5) di kantornya.
Dijelaskan Solehin, sedangkan perusahaan penerima meliputi yang berkelas international maupun perusahaan daerah. Dicontohkannya, dari 365 siswa kelas tiga yang tengah menunggu pengumuman kelulusan pada tahun ajaran 2008 ini, ada 12 orang yang sudah dalam status diterima bekerja di PT Astra Daihatsu Motor Jakarta. Sedangkan siswa yang lainnya diharapkan dapat secepatnya bias diterima bekerja di perusahaan sesuai dengan keahlian yang telah dipelajari di sekolah. Agar para alumni relative mudah diterima bekerja, pihak sekolah seringkali mengadakan kegiatan semacam try out sebelum pelaksanakan tes perekrutan naker. “Karena kegiatan itu dapat memberikan gambaran dasar yang menyangkut persiapan naker baik secara mental maupun gambaran materi test,” papar Solehin (hamidin)

Lomba Pidato Antar Pelajar Memilih Orator Komunikatif

SEKITAR 30 siswa perwakilan SD/MI, SMP/MTs, SMA/ MA/SMK Se Kota Tegal mengikuti lomba Pidato Bahasa Indonesia Antar Pelajar yang berlangung pada hari Kamis, (15/11) di SMA N 5 Kota Tegal.
“Lomba ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengolah informasi, menyampaikan gagasan dan ide serta mengkomunikasikan ke hadapan publik,” kata sekretaris panitia lomba, Drs Aziz Iqbal kepada NP, Kamis (15/11) usai lomba.
Tiga dewan juri, yakni Abdul Aziz SPd mewakili guru SD, Surip Maulana SPd, mewakili guru SMP dan Jariyah SPd, mewakili guru SMA. Setelah mereka menilai berbagai aspek yang meliputi penampilan, ekspresi dan intonasi, kesesuaian antara isi dengan tema, lalu kelancaran dalam penyampaian isi dan bahasa yang digunakan untuk mengutarakan ide kepada audience, akhirnya memutuskan peserta yang berhasil meraih juara di tiap tingkatan sekolah.
Pengumuman pemenang dibacakan oleh Juri II, Surip Maulana SPd. Tiga peserta SD yang berhasil meraih juara I, II, III, masing-masing Wahyuning Nur Sukmaniti dari SD Pekauman 8 Kota Tegal, Karunia Intan Damayanti dari SD Mangkukusuman 1 Kota Tegal, Titin Nurjanah SD Mintaragen 8 Kota Tegal. Adapun peserta SMP yang berhasil meriah juara I, II, III masing-masing diraih oleh Agustina Larasati dari SMP N 1 Kota Tegal, Juhnizar PB dari SMP N 2 Kota Tegal, Devina Santoso dari SMP Pius Kota Tegal. Sedangkan juara I, II, III kategori SMA masing-masing diraih oleh Putri Riski Priamsari siswa SMA N 4 Kota Tegal, Yiyin Linafsih Solikha siswa SMA Muhammadiyah Kota Tegal, Tarikh Azis Ulman siswa SMK Dinamika Kota Tegal.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka lomba antara Sekolah, Guru dan Siswa. Tema pidato bagi peserta SD yaitu menanamkan semangat patriotisme di kalangan pelajar sebagai upaya untuk meneladani jasa para pahlawan. Tema peserta SMP mengenai pentingnya persiapan mental dan spiritual bagi pelajar dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Sedangkan tema tingkat SMA tentang pentingnya kesetiakawanan sosial di kalangan pelajar.
Secara umum kegiatan lomba ini cukup menarik. “Ada kesesuaian antara tema dan isi yang dibawakan para peserta. Hanya untuk peserta SD, mereka masih terpaku hafalan sehingga kurang berani berkespresi. Gayanya masih terjebak seperti deklamasi,” komentar salah seorang juri, Surip Maulana di sela kegiatan.
Lain halnya dengan peserta SMP. Mereka banyak yang tampil bagus. Baik vokal, intonasi, ekspresi dan fariasi gaya berorator cukup menggelitik serta isi pidatonya sangat beragam sehingga tidak kalah seru dengan tampilan peserta SMA. Keunggulannya, peserta SMA lebih komunikatif, informatif dan sedikit menghibur. Sayangnya masih ada beberapa sekolah absen. Baik karena terlambat hadir maupun faktor lain. Sedangkan khusus siswa SMA N 5 tidak ikut andil dalam lomba ini, semata-mata agar obyektifitas penilaian terjaga. “Harapan kami semoga dalam penyelenggaraan kegitan serupa tahun mendatang akan lebih meningkat kualitas penyelenggaraan dan partisipasi peserta lebih bagus,” pungkas (Hamidin)

TAMPIL – Salah seorang peserta Lomba Pidato Bahasa Indonesia tengah tampil di hadapan juri, guru pendamping dan peserta lain, Kamis (15/11) di Ruang Multimedia SMA N 5 Kota Tegal. qFoto NP: Oky Lukmansyah

Krisna, Nizar dan Samsuri Tiga Cowok Pernah Kecewa

KEKALAHAN adalah prestasi yang tertunda. Masalahnya kapan ketertundaan itu dapat teraih kembali. Sedangkan kesempatan niasanya hanya datang sekali saja. “Makanya, sewaktu saya mengikuti lomba, tetapi tidak berhasil meraih juara, saya benar-benar kecewa,” ungkap siswa kelas VIII A SMP Muhammadiyah 1 Kota Tegal, Krisna yang didampingi dua teman sekolahnya kepada NP, pekan lalu. Kedua teman Krisna, Muhammad Nizar Zulfa dan Ahmad Samsuri. Ternyata apa yang diungkapkan Krisna dibenarkan Nizar dan Samsuri. Loh…. Kok, kalian kompak?
Ternyata anak bertiga ini pernah merasa senasib seperjuangan, ketika mereka bersama-sama mengikuti turnamen pencak silat. Baik Krisna, Nizar dan Samsuri sama-sama pernah kecewa berat. Seperti diakui Krisna, bahwa dia pernah kecewa ketika ikut pertandingan pencak silat dalam POPDA. “Ketika itu aku sedang bertanding, tiba-tiba kaki kiriku kesleo. Kemudian aku didiskualifikasi oleh wasit,” kenang Krisna.
Sedangkan Samsuri lain lagi, dia kecewa lantaran tidak berhasil meraih juara dalam lomba baca teks Pembukaan UUD 1945. “Kalau aku sih kecewanya ketika kalah dalam lomba baca cerita daerah,” ujar Nizar setelah mengingat-ingat.
Namun rasa kecewa mereka akhirnya terobati setelah membuktikan keberhasilan dalam pertandingan dan perlombaan pada kesempatan lain.
Ketiga cowok ini pernah mengikuti turnamen silat dalam UMP Cup ke-3 di Purwokerto. Dalam pertandingan silat tingkat Jawa Tengah itu, Krisna meraih juara III kelas B, Samsuri juara II kelas E sedangkan Nizar juara I kategori kelas F. Selanjutnya pada gelar pertandingan POPDA Kota Tegal, Nizar juara II pencak silat kelas E, sedangkan Samsuri juara I kelas D.
Rupanya ketiga siswa yang beda kelas ini sama-sama kompak mengikuti ekstrakurikuler Tapak Suci Putra Muhammadiyah (TPSM). Selain mereka juga aktif dalam IRM ranting SMP M. Selain menyukai pencak silat, Krisna senang belajar qiraah. Sedangkan Samsuri hobi main bulu tangkis setiap hari libur di halaman Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Kota Tegal. Di panti itulah mereka bernaung sekaligus berlatih hidup mandiri (Hamidin)

SMA Alirsyad Siap Ikut LKIR

TEGAL terkenal dengan bandengnya yang nikmat. Apakah kenikmatan rasa ikan itu dipengaruhi oleh asupan makanan plankton, yakni zat renik (hewan/tumbuhan) mikro yang berada di perairan tambak? Jika benar, lantas jenis plankton apa yang populasinya paling banyak?
Inventarisasi Jenis Plankton di Tambak Bandeng. Beberapa tambak yang dijadikan obyek untuk diambil airnya sebagai sample penelitian, Sawo Jajar, Brebes. Muarareja dan Dampyak Tegal Barat.
Siswa yang bertugas terdirid ari tiga orang, yaitu M Afif, Agung Zakaria dan M Erfan masing-masing dari kelas XI –I A-1.
Penelitian kedua tentang Pengaruh Isohemo Aglotinogen (chromosom pembawa golongan darah) terhadap Frekuensi Fenotik Golongan Darah.
Dasar pemikirannya, secara teori, golongan darah A-B lebih banyak populasinya dibanding golongan darah AB- O. Karena A-B punya dua bentuk chromosom. Misalnya golongan darah A dari chromosom Ia + Ia dan Ia + Io dan darah B berasal dari chromosom Ib + Ib dan Ib + Io.
Untuk membuktikan terori tersebut, para siswa yang terdiri dari Rahmat F dari XI – IA 1, Awan Gurun kelas XI-IA 1 dan Ira Titah kelas XI – IA 2, membuat penelitian dengan mengambil sampel dari dari obyek yang ada di sekolah. Tujuannya untuk mengetahui ketersediaan golongand arah tertentu di lingkungan sekolah Alirsyad.

Penelitian lainnya mengenai Pengaruh Merokok Terhadap Frekuensi Denyut Nadi. Dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, ada tidaknya pengaruh asap rokok bagi perokok dan bukan perokok terhadap peningkatan denyut jantung. Para penelitinya Kartika, Wiwi, Novrita, ayu Paramita dari kelas XI IA-2.
Sedangkan Meta, Fella dan Reni dari kelas XI IA-1 tentang Pengaruh Latar Belakang Keluarga Terhadap Prestasi Akademis Anak. Di sini anggota kelompok KIR mendata tentang pekerjaan orang tua, tingkat ekonomi orang tua, tingkat pendidikan, tempat tinggal , urutandalamkeluarga dan aspek lainnya.
Dari semua jenis penelitian ini dibimbing oleh Awan Onasis Ssi.
Hasil dari penelitian yang sudah dibuatd alam bentuk laporan tertulis ini akan diikutkan dalam lomba KIR yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Tegal. Rencanya karya tersebut akan diserahkan sebelum tanggal 5 Desember 2007 (Hamidin)

SAMPLING – Anggota KIR SMA Alirsyad tengah mengambil sample air di tambak bandeng Muara Reja untuk diteliti agar diketahui kandungan jenis plankton yang ada. qFoto NP: Ham/Dok. Awan.

Kesya Athiyah Menyukai Tari Kupu-kupu

SIAPAPUN orangnya pasti tidak senang kepada anak yang jahil, baik di sekolah maupun di sekitar tempat tinggal. Demikian halnya dengan bocah berperawakan imut tetapi energik ini pun sering merasa kesal oleh perilaku anak yang suka nakal. “Daripada dibikin kesal, lebih baik tidak usah ditemani,” ujar Kesya yang memiliki nama lengkap Kesya Athiyah kepada NP, ketika ditemui di rumah bersama kedua orang tuanya.
Meski perawakannya mungil, siswi kelas II SD BIAS Kota Tegal ini prestasinya cukup banyak, sehingga koleksi piala dari berbagai lomba pun berderet di salah satu sudut ruang tamu rumahnya.
Di sekolahnya, selain Kesya menyukai mata pelajaran Bahasa Indonesia, juga senang pelajaran olah raga, khususnya senam dan seni tari. “Di sekolah saya dilatih tari kupu-kupu oleh Bu Dwi,” kata Kesya yang pernah beberapa kali berhasil menjuarai lomba model cilik dan fotogenik.
Kegiatan di luar sekolah, anak keempat kelahiran Tegal, 13 Oktober 2000 dari pasangan H Kosasih Bochari dengan Hj Lisa Nuraisyah ini, selain mengaji juga rajin memperagakan berbagai gerakan senam kebugaran yang biasa dilakukan bunda dan kakak iparnya.
“Gerakan senam kebugaran selain dapat menyehatkan tubuh juga dapat melatih kecerdasan, karena dalam senam itu ada unsur estetikanya sebagaimana gerakan tari,” ujar Bunda Kesya turut menjelaskan.
Beberapa even kejuaraan yang pernah diraih seperti juara tari, juara mayoret dan sekitar 10 piala hasil dari peraihan juara model dan fotogenik (Hamidin)

Sukses Pendidikan Tergantung Kualitas Kasek

TEGAL (NP) – Kepala Sekolah (Kasek) merupakan motor penggerak bagi sumber daya sekolah terutama para guru dan karyawan sekolah. Begitu besar peranan Kasek dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, sehingga kualitas Kasek menjadi penentu sukses tidaknya kegiatan sekolah.
Demikian dikatakan Pembantu Rektor III Universitas Negeri Semarang (Unnes), Drs Masrukhi MPd dalam seminar sehari tentang Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah, diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, Sabtu (17/11) di Rize Palace Hotel Tegal
Selain itu, lanjut Masrukhi, segenap sumber daya, seperti para guru, harus didayagunakan sedemikian rupa dan digerakkan ke arah suasana kerja yang positif, bersemangat dan produktif. Sebab mereka merupakan input yang sangat besar pengaruhnya pada proses belajar. Demikian pula dengan penataan fisik dan administrasi perlu dibina agar siswa memiliki semangat belajar dan disiplin yang tinggi.
“Dengan kata lain kepala sekolah adalah seorang pemikir yang selalu memiliki komitmen. Selain dia seorang manajer, juga seorang pemimpin, administrator dan supervisor yang mampu memberdayakan seluruh fasilitas, sarana dan prasarana untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas,” tandasnya.
Hadir dan memberi sambutan di awal cara, Ketua Panitia Drs Akhmad Zaeni yang juga Kepala SD N Slerok 7. dilanjutkan dengan peresmian pembukaan seminar oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal, dalam hal ini diwakili Kepala Bidang Pendidikan Dasar, H Abdullahmin Arifin SH, sedangkan Kepala SD N Panggung 13, A Muhajir selaku moderator (hamidin)

Konas Best Practices di Bogor

TEGAL (NP) – Kepala Sekolah SDN Pekauman 8 Kota Tegal, Arumi Rusnani SPd, terpilih sebagai peserta Konferensi Nasional (Konas) Best Practices yang diselenggarakan oleh Direktorat Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Depdiknas pada Jumat (30/11) sampai Minggu (2/11) 2007 di Hotel Mirah Bogor Jawa Barat.
Menurut Arumi, tercantumnya nama dirinya dalam daftar kegiatan bersekala nasional yang pesertanya para Kepala Sekolah atau mantan Kepala Sekolah itu, lantaran pernah proposal best practices yang dikirmnya telah dinilai layak sehingga yang ia berhak ikut dalam kegiatan itu.
“Proposal itu berisi tentang pemaparan mengenai permasalahan yang muncul di sekolah yang dipimpinnya sekaligus upaya penangannya hingga tercapai hasil gemilang,” kata Arumi kepada NP, Rabu (28/11) di kantornya.
Sebagaimana yang tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Tenaga Kependidikan nomor 2711/F3/LL/2007 perihal Konferensi Nasional Best Practices yang ditandatangani Direktur Tenaga Kependidikan Departeman Pendidikan Nasional, Surya Dharma, MPA. PhD. Di surat itu disebutkan, tujuan kegiatan sebagai upaya percepatan peningkatan mutu tenaga kependidikan khususnya kepala sekolah.
Sedangkan peserta yang diundang sebanyak 100 orang dari berbagai daerah. Melalui forum tersebut, para peserta mempresentasi makalahnya, membawa dokumen, foto dan informasi yang siap didemontrasikan pada peserta konferensi dan membuat ringkasan makalah sesuai sistematika yang ditetapkan (Hamidin)

Ganda Fitrandia Islami Komputer Sebagai Teman

KETIKA di rumah, siswa SMP N 2 Kota Tegal, Ganda Fitrandia Islami selain gayeng membaca buku juga pandai memanfaatkan komputer sebagai teman, khususnya dalam mengerjakan banyak tugas sekolah.
“Saya lagi senang membaca buku Zero to Hero, karena isinya mengenai bimbingan kepribadian dari sudut pandang agama,” kata Ganda kepada NP, pekan lalu di kantor sekolah.
Selain itu, anak kelahiran Pemalang, 30 Maret 1993, pemilik hobi membaca dan bermain komputer ini, kini gemar menelusur artikel di internet melalui situs yang menyajikan artikel pengetahuan popular.
“Saya di warnet paling lama satu jam. Begitu dapat artikel yang menarik, segera transfer ke flashdisc, setelah di rumah saya baru membacanya,” papar anak berpantangan makanan pedas yang memiliki pemikiran ekonomis ini.
Sebagai siswa berprestasi, menurut anak pertama dari tiga bersaudara yang berayah dan ibu, Drs Aziz Iqbal dan Dra Ismayawati ini, dirinya punya prinsip, tidak gampang menyerah dalam setiap menghadapi kesulitan. “Dalam menghadapi soal matematika yang sulit misalnya, jika saya gagal menemukan jawaban dengan satu rumus tertentu, saya tidak segan-segan mencoba menggunakan rumus lain,” akunya.
Pantas saja pemilik cita-cita ingin menjadi Programer Komputer ini sejak SD hingga SMP berhasil pertahankan prestasi sebagai siswa teladan. Adapun prestasi yang pernah diraihya, juara II OSN mata pelajaran (mapel) Matematika tingkat Kota Tegal tahun 2007. Juara I lomba Mapel Matematika tingkat Kecamatan. Juara I lomba Mapel Matematika tingkat Kota Tegal dan juara I Olimpiade Matematika tingkat Kota Tegal. Siswa Berprestasi 1 tingkat Kota Tegal baik ketika masih duduk di bangku SD maupun SMP (hamidin)

Fatkhatin Nurul Ihya Ingin Menjadi Guru Matematika

MENJADI guru mata pelajaran (mapel) Matematika. Itulah cita-cita siswa kelas VI SDN Slerok Kota Tegal, Fatkhatin Nurul Ihya. Oleh teman-temannya biasa disapa Nurul. “Di antara mapel yang diajarkan guru di sekolah, saya lebih menyukai mapel matematika dan IPA,” kata Nurul kepada NP, Rabu (14/11) di kantor sekolah. Selain itu, anak pertama dari 2 bersuadara putri pasangan Nurhikmah dengan Tahirin ini, katanya, juga menyukai guru yang memiliki rasa humor tinggi dalam setiap memberikan mapel. “Kalau gurunya terlalu galak, kita jadi takut, lalu tidak bisa berfikir,” ujar Nurul berpendapat. Begitu juga pendapatnya mengenai sikap teman-teman. Nurul kurang suka kepada anak yang nakal dan sok jagoan.
Selain aktifitas di sekolah, setiap malam Minggu dan Selasa, Nurul bersama teman-teman di kampungnya rajin mengikuti pelatihan tilawah kepada uarad Nurohman di pondoknya di Jl Warkudoro Kejambon. Alhasil, siswa yang selalu rangking 1 dari kelas II hingga kelas IV ini, pernah meraih prestasi sebagai Juara III MTQ dan Juara I Tartil Quran. Lagu
-lagu tilawah yang sudah dikuasinya seperti hijaz dan bayati. “Di sekolah saya juga ikut kegiatan menari dan seni musik,” lanjut Nurul yang juga aktif dalam kegiatan Pramuka. Bersama regu siaga di sekolahnya, Nurul dan kawan-kawan pernah meraih meriah Juara Harapan II dalam kegiatan pesta siaga di Kota Tegal (hamidin)

Emhaka Yudhistira Masih SMP Sudah Bolak-balik ke UI

TAMPANGNYA boleh dibilang sebanding dengan prestasi yang pernah diraihnya. Jidat rata, kaca mata tebal, dua kelopak matanya setengah mengantuk meski kedua bola matanya lincah dan bernas. Nama si tampang kutu buku ini siswa kelas IX-C SMP N 1 Paguyangan Kabupaten Brebes, Emhaka Yudhistira.
Meski tinggalnya di desa Negaradaha yang terletak di sebrang persawahan jauh dari keramaian, sekolah pun masih duduk di bangku SMP kelas IX, namun belum lama ini Emha sudah merasakan duduk di “bangku panas” yang notabene menjadi incaran para lulusan SMA atau sederajat di seluruh Indonesia, yakni di Kampus Universitas Indonesia. “Sekitar lima kali saya bolak-balik ikut bimbingan soal-soal mata pelajaran (Mapel) Matematika di kampus UI Depok,” aku Emhaka yang didampingi Wakil Kepala Sekolah SMP N 1 Paguyangan, Widodo SPd., kepada NP, Sabtu (29/9) di ruang Bimbingan dan konseling.
Putra kelahiran Brebes 24 November 1993 ini, mengikuti bimbingan Mapel Matematika di UI Depok, karena dia termasuk salah seorang siswa yang berhasil mewakili Kabupaten Brebes mengikuti Olimpiade Sain Nasional (OSN) Mapel Matematika. “Saya ke Jakarta sebulan sekali ditemani Ibu Suci (Suci Mulyani SPd., Red). Sebelumnya saya juga ikut bimbingan serupa di Tegal,” aku siswa penyuka berbagai buku bacaan. Pengalaman mengikuti olimpiade sain diawali sejak kelas lima SD, Emhaka telah mewakili sekolahnya dalam Olimpiade Mapel Matematika di tingkat kecamatan. Begitu masuk SMP, selain ikut ekstrakurikuler Kepramukaan, dia juga ikut ekstrakurikuler OSN Mapel Matematika. Meski pelajaran matematika di sekolahnya relatif sudah dikuasai, namun Emhaka mengaku tidak pernah mengabaikan pelajaran itu. “Setiap menjelang test saya tetap rajin belajar, termasuk mata pelajaran Matematika. Karena saya memang suka matematika,” akunya kalem (hamidin)

SBI Kini Sangat Diperlukan

TEGAL (NP) – Ekspos Sekolah Bertaraf International (SBI) SMKN 3 Kota Tegal digelar bersama acara pelepasan kelas tiga serta penyerahan penghargaan Sistim Menejeman Mutu (SMM) ISO 9001-2000, pada Kamis (22/5) di halaman sekolah.
Direktur Pembinaan SMK Direktorat Menengah dan kejuruan Depdiknas Jakarta dalam sambutan tertulis yang disampiakan Drs H Kuswara Purawijaya, menyebutkan bahwa sekolah bertaraf internasional saat ini sangat diperlukan untuk mencetak tenaga kerja yang unggul dan mampu bersaing baik di pasar lokal maupun international. “Kita saat ini telah memasuki era millennium ketiga, dimana globalisasi bukan lagu merupakan suatu yang akan terjadi, melainkan terlah menjadi kenyataan yang harus dihadapi di antaranya persaingan dalam berbagai segi,” kata Kuswara dari Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bandung.
Sesuai data yang dipaparkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dalam sambutan yang disampaikan Drs Sri Agung Prabowo, menyebutkan di Jawa Tengah terdapat 35 SMK SBI yang telah menunjukkan prestasinya, salah satunya SMKN 3 Tegal. “Jawa Tengah merupakan provinsi yang melakukan SBI terbanyak disbanding provinsi lain,” kata Agung. Dijelaskannya, SMK SBI seluruh Indonesia berjumlah 179 yakni terdiri atas Jatim 26 SMK, Jabar 15 SMK sedangkan DKI Jakarta 7 SMK.
Saat ini SMKN 3 telah masuk menjadi jawara SMK SBI. Dengan demikian akan banyak menghadapi banyak tantangan yang harus dihadapi. Karena itu Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal yang disampikan Drs Suwandi mengingatkan bahwa dengan ekspos sekolah bertaraf international (SBI) berarti merupakan awal tantangan dan tuntutan yang harus dihadapi secara proposional dan professional. “Ini semua dapat berjalan sinergi manakala seluruh komponen tetap konsisten dalam mendukung berbagai program yang dirancang dan ditawarkan kepada masyarakat,” kata Suwandi.
“Kegiatan ekspos sebuah keharusan dari SBI. Kegiatnnya sudah dimulai sejak dua bulan lalu, antara lain penghijauan kampus, penggunaan baha Inggris baik untuk siswa maupun guru, teaching factory. Bengkel advance yang disampaikan ke masyarakat yakni para orang tua dan masyarakat industri,” papar Kepala SMKN 3 Ibnu Hajar Dewantoro kepada NP usai acara di ruang kerjanya (hamidin)

Dyah Ayu Kusuma Negari Ingin Jadi Seniwati

PRESTASI yang diraih salah seorang siswi kelas 4 a SD Mangkukusuman 1 Kota Tegal, Dyah Ayu Kusuma Negari atau Ayu, memang belum banyak. Namun usahanya dalam mewujudkan keinginannya sebagai siswa yang mempunyai nilai lebih dari teman lainnya, tidak kenal henti. Sehingga perolehan prestasi bisa Ayu wujudkan sejalan dengan jenjang pendidikan yang ditempuhnya.
“Ketika masih TK saya pernah menjadi juara mewarnai dan menari,” kata Ayu kepada NP, di ruang guru, belum lama ini.
Begitu duduk di bangku SD, Ayu mengikuti kegiatan ektrakurikuler seperti drum band dan tapak suci. Pada ajang Porda 2007, khususnya di bidang olah raga pencak silat, Ayu berhasil meraih juara I di bidang olah raga tradisional itu.
Kegiatan seni yang digemari, seni musik dan lukis. Di sekolahnya, Ayu termasuk personil grup drum band SD MKK 1, ikut dalam kelompok peniup pianika. Keuntungannya, anak kelahiran Brebes, 8 Pebruari 1998 yang tinggal di Jalan Durian Mejasem ini semaki tertantang untuk menghafal lagu-lagu wajib, lagu daerah maupun populer, beserta notasi musiknya.
“Kalau di rumah saya suka menggambar bersama kakak,” ucap Ayu pemilik cita-cita ingin menjadi seniwati ini menceritakan kegiatan di waktu luangnya. Sedangkan kegemara melukis sama dengan kakaknya. “Selain itu, saya juga senang membaca buku dan renang,” jelasnya.
Bagi anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Murdiono dengan Adi Yuliani ini, selain punya hobi di bidang seni dan olah raga, juga memiliki pantangan memakan makanan pedas (Hamidin)

Devina Santoso Catatan Buat Guru

Guru bukan sekedar pengajar. Begitulah penilaian siswi kelas VIII C SMP Pius Kota Tegal, Devina Santoso melalui catatan kecilnya tentang guru, sosok yang senantiasa menjadi sorotan di dunia pendidikan. Menurut Devina, guru selalu mengajarinya dengan kesabaran dan kasih sayang. “Memang guru terkadang agak galak, tapi itu semua demi kemajuan. Guru itu bukan hanya sebagai pengajar tetapi juga pembimbing. Bahkan tempat pencurahan hati. Tanpa guru anak-anak tidak akan pernah maju. Guru dapat membantu kita dengan keuletannya untuk mengembangkan bakat yang kita punya,” papar Devina yang tertulis dalam secarik kertas, lalu menyerahkannya buat NP, Selasa (27/11) di ruang tamu sekolah.
Bagi ABG kelahiran Jakarta 15 Desember 1994 yang gemar membaca novel teenlit dan rajin ke warnet ini mengku tidak suka pada orang yang selalu membanggakan dirinya.
Sebagai anak pertama dari dua bersaudara dari ayah Hokto Wijaya Santoso dan ibu Bianty Sentosa, mengaku sering mengikuti lomba seperti lomba olimpiade matematika, pembacan teks UUD 45, lomba baca puisi dan lukis. Awal November lalu Devina berhasil meraih juara II lomba pidato antar pelajar se Kota Tegal. Sedangkan dalam rangka hari ulang tahun PGRI di lingkungan sekolahnya, Devina bersama temannya berhasil meraih lomba cipta dan baca puisi tentang guru.
Diakuinya, sehari-hari dikenal sebagai anak yang selalu ceria. Lantaran setiap ada persoalan sekecil apapun, dihadapi sendiri. Namun jika ada persoalan yang rumit barulah minta bantuan kepada orang lain.
“Terkadang saya optimis, jika orang lain bisa mengatasi, mengapa saya tidak?” ujar siswa yang lincah ini(Hamidin)

Chilman Maulana Zuhri Kisah di Pesantren

KETIKA Pesantren libur, para santrinya pulang ke rumah masing-masing dengan oleh-oleh antara lain kisah tentang suka duka di pondok. Salah satunya Chilman Maulana Zuhri, santri yang mondok di Pondok Pesantren Al Hikmah Benda Sirampog Brebes. Kegiatan belajar di pesantren selain mengikuti pelajaran umum pada pagi sampai siang, masih ditambah membaca kitab sehabis dhuhur dan malam sehabis shalat tarawih.
“Setiap menjelang Ashar kami belajar kitab Nurul Mubin. Sedangkan sehabis shalat tarawih membaca kitab Attadib, hingga sampai jam sebelas malam. Setelah itu para santri pulang ke komplek dan masuk ke kamar masing-masing,” tutur santri kelahiran Tegal 16 Maret 1995 putra pasangan H. Abdul Qodir Zuhri dengan Hj. Farkhatun, beralamat di Jl. Rambutan Kraton.
Dijelaskannya, satu pondok dihuni 43 santri. Mereka berasal dari seluruh Indonesia. Setiap sahur maupun berbuka puasa para santri beramai-ramai makan di catering pondok, Al Hadar. Hal yang menarik, setiap ada pelajaran bahasa Arab dan Inggris. “Gurunya orang asing. Guru Bahasa Arabnya, Syeh Husein dan Syeh Sa’ban berasal dari Mesir. Sedangkan guru bahasa Inggris berasal dari Swedia, Mr. Aric.
“Para santri yang belum lancar kedua bahasa itu, ada santri senior membantu menerjemahkan keterangan sang guru,” tutur santri kelas VII. Sejumlah prestasi yang diraih. Juara I Fasi tingkat Kota Tegal cabang Adzan dan Iqamat. Juara I MTQ Pelajar (SD/MI) tingkat Kota Tegal 2006. Juara II MTQ umum utusan Majlis Taklim Mambaul Qur’an tingkat Kota Tegal. Juara harapan II MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2006. Juara II MTQ umum tingkat Kota Tegal 2007. Juara I MTQ Pelajar (Mts/SMP) tingkat Kabupaten Brebes 2007.
Menurut Chilman, macam lagu tilawah di antaranya bayati, Nahawan, Hijaz dan Sika. “Saya kalau ikut lomba sering menggunakan keempat lagu itu yang dipadu jadi satu,”
Aku santri yang kini hafal 30 surat. Yakni juz Amma (Hamidin)

Chilman Maulana Zuhri Kisah di Pesantren

KETIKA Pesantren libur, para santrinya pulang ke rumah masing-masing dengan oleh-oleh antara lain kisah tentang suka duka di pondok. Salah satunya Chilman Maulana Zuhri, santri yang mondok di Pondok Pesantren Al Hikmah Benda Sirampog Brebes. Kegiatan belajar di pesantren selain mengikuti pelajaran umum pada pagi sampai siang, masih ditambah membaca kitab sehabis dhuhur dan malam sehabis shalat tarawih.
“Setiap menjelang Ashar kami belajar kitab Nurul Mubin. Sedangkan sehabis shalat tarawih membaca kitab Attadib, hingga sampai jam sebelas malam. Setelah itu para santri pulang ke komplek dan masuk ke kamar masing-masing,” tutur santri kelahiran Tegal 16 Maret 1995 putra pasangan H. Abdul Qodir Zuhri dengan Hj. Farkhatun, beralamat di Jl. Rambutan Kraton.
Dijelaskannya, satu pondok dihuni 43 santri. Mereka berasal dari seluruh Indonesia. Setiap sahur maupun berbuka puasa para santri beramai-ramai makan di catering pondok, Al Hadar. Hal yang menarik, setiap ada pelajaran bahasa Arab dan Inggris. “Gurunya orang asing. Guru Bahasa Arabnya, Syeh Husein dan Syeh Sa’ban berasal dari Mesir. Sedangkan guru bahasa Inggris berasal dari Swedia, Mr. Aric.
“Para santri yang belum lancar kedua bahasa itu, ada santri senior membantu menerjemahkan keterangan sang guru,” tutur santri kelas VII. Sejumlah prestasi yang diraih. Juara I Fasi tingkat Kota Tegal cabang Adzan dan Iqamat. Juara I MTQ Pelajar (SD/MI) tingkat Kota Tegal 2006. Juara II MTQ umum utusan Majlis Taklim Mambaul Qur’an tingkat Kota Tegal. Juara harapan II MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2006. Juara II MTQ umum tingkat Kota Tegal 2007. Juara I MTQ Pelajar (Mts/SMP) tingkat Kabupaten Brebes 2007.
Menurut Chilman, macam lagu tilawah di antaranya bayati, Nahawan, Hijaz dan Sika. “Saya kalau ikut lomba sering menggunakan keempat lagu itu yang dipadu jadi satu,”
Aku santri yang kini hafal 30 surat. Yakni juz Amma (Hamidin)

Bombong Tanpa Beban

BOMBONMG dan tanpa beban. Itulah perasan yang senantiasa bergelimang dalam hati Sri Wahyuningsih SPd, pemilik seabreg kesibukan di luar tugas dinas maupun terkait kedinasan. Diakui Sri, semua tugas dan pekerjaan itu, jika dijalani karena niat ibadah kepada Allah, nicaya terasa tanpa beban, lantaran semua itu akan diberikan pahala oleh-Nya. Bahkan seringkali dalam praktiknya penuh suka cita. Termasuk tugas berat sebagai orang tua, yaitu mendidik anak. “Baik anak kandung maupun anak didik di sekolah, yang relatif banyak kendalanya, tapi rasanya asik-asik saja,” rinci Kepala SD Mintaragen 7 Kota Tegal, kepada NP, Kamis (15/11) sore, menjelang istri Kepala DEPO LOKO/ KDT Tegal, Mardiono ini berangkat ke lokasi kegiatan Jambore SD/MI se Kota Tegal di Margadana untuk mengurusi konsumsi.
Wanita kelahiran Rembang, bulan September 1962 ini ulumnus UPS Tegal. Aktifitasnya di banyak organisasi sosial dan profesi selalu diamanti sebagai bendahara. Seperti di PGRI Ranting, PKK, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Paguyuban MESRA, Pengurus Lembaga Pendidikan Koperasi Daerah (Lapenkopda) Kota Tegal.
Selain tugasnya mengurusi duit, juga sebagai Ketua Persatuan Istri Karyawan Kerata Api (PIKKA), Seksi Diklat Pusat kegiatan Guru (PKG), Paguyuban Keluarga Besar Perhubungan, Ketua Pangajian Annisa dan Pengajian Alhidayah.
Bagi ibu dari Dian Ayuning Tyas, mahasiswi Tahap Akhir di UNES Semarang dan Yeni Ayuning Tyas Wulandari mahasiswi semester awal Fakultas Psikologi Unes ini, sangat menyadari pentingnya pendidikan anak. Di sisi lain sebagai pendidik di Sekolah, mantan guru di sejumlah SD ini juga tahu betul bagaimana tugas seorang guru. “Selain mentransfer ilmu pengetahuan juga menanamkan sikap dan perilaku karimah dan bertanggung jawab kepada anak didik,” papar pemilik hobi menyanyi dan membaca yang banyak meraih pernghargaan. Di antaranya, Guru Teladan Kota Tegal 2001, Guru Teladan Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2001, Pesta Siaga Ka Kwarda Jawa Tengah Binwil Pekalongan, PERSARI Ka Kwarda Provinsi Jawa Tengah 2007 dan Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Kota Tegal 2007.
Dalam meningkatkan kualitas dan aktualitas diri, Sri banyak mengikuti diklat seperti Kursus Pembina Pramuka, Diklat KBK, Latihan Menulis Kreatif dan Diklat Kepemimpinan Kepala Sekolah. Sedangkan sebelum menjabat Kepala Sekolah sejak tahun 2004, awalnya Sri menjadi guru pada tahun 1981-1984 di SDN Gunung Sari Kecamatan Kaliori Rembang, SDN Kemuning I tahun 1984-1987. Mengajar di SDN Mangkukusuman 5, dan SDN Kejambon 2. “Selain sebagai panitia seksi konsumsi di jambore SD, juga tengah sibuk mempersiapkan seminar yang diselenggarakan K3S Tegal Timur,” pungkasnya seraya menawarkan secangkir juice kawis, minuman asli Rembang (Hamidin)

sapaan seksi

sapaan seksi