Selasa, 28 April 2009

SMKM 2 Gelar Try Out UN Gratis

Try out UN SMP/MTs Negeri/Swasta se Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes berlangsung di SMK Muhammadiyah 2 (SMKM 2) Kaligangsa Kota Tegal, diikuti 215 peserta pada Minggu (12/2).  Menurut Wakil Kesiswaan Kisbiyanto SAg, try out tahun ini peserta tidak dipungut biaya administrasi. Kecuali memberikan infak sebesar Rp 5.000 untuk konsumsi, book note dan materi UN dari empat mata bidang studi yang diujikan.

"Awalnya kami hanya menargetkan dua ratus peserta ternyata yang mendaftar lebih dari itu," kata Kisbiyanto, di kantornya. Dijelaskan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan. Bedanya dengan pelaksanaan  try out tahun sebelumnya, panitia mengundang siswa SMP/MTs tidak hanya Kota Tegal, tetapi ditambah dari Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal.

Menurut Kepala SMKM 2, Drs Riswanto, tujuan try out selain untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IX di bidang mata pelajaran yang akan di-UN-kan. "Apalagi standar kelulusan UN tahun ini lebih tinggi dari sebelumnya. Maka kita perlu menyiapkan agar para siswa berhasil menempuh ujian dengan nilai memuaskan," harapnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tegal. H. MA Rahman Djawahir SAg. Dalam sambutannya, MA Rahman menekankan bahwa pendidikan di semua tingkatan baik sekolah swasta maupun negeri semuanya ingin mewujudkan keberhasilan berupa pencapaian nilai di atas rata-rata nilai standar kelulusan bahkan menjadi yang lebih baik. "Muhamamdiyah dalam hal ini Dikdasmen juga turut bertanggung jawab dalam menyukseskan cita-cita itu. Karena keberhasilan pendidikan seperti pencapaian nilai terbaik itu menjadi kewajiban kita bersama," papar H. M A Rahman.

Ditambahkan Kisbiyanto, selain sebagai upaya mengasah kemampuan siswa kegiatan ini juga dalam rangka mengenalkan almamater SMKM 2 kepada para peseerta. "Mudah-mudaham dengan tryout semacam ini hasilnya dapat dijadikan ukuran kemampuan para siswa, sehingg semakin meningkatkan semangat belajar dan lebih percaya diri dalam menghadapi UN nanti," pungkasnya.

 

FOTO- SERIUS - Para siswa dari SMP/MTs dari Kota/Kabupaten Tegal dan Brebes sedang serius mengerjakan soal try out UN di SMK Muhammadiyah 2 Tegal, Minggu (22/2).



Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

Senin, 27 April 2009

Anak-anak dan Mainan

Anak-anak dan Mainan, Dua Sisi Mata Uang

 

BERMAIN merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh

kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang

berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak

menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena

beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya

terhadap perkembangan jiwa anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak yakni kesehatan. Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat. Intelegensi, anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir

mereka. Jenis kelamin, anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan

sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus. Lingkungan, anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan,

waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak

berkurang. Status sosial ekonomi, anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap  dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah. Melalui jepretan  Fothographer, terabadikan sejumlah jenis mainan anak * 



Apakah wajar artis ikut Pemilu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Senin, 20 April 2009

Demi Nikah, Tolak UN

ADA 53 dari 4.915 siswa SM/MA/SMK di Kota Tegal yang tidak mengikuti pelaksanaan Unjian Nasional (UN) hari pertama, Senin (20/4). Mereka ada yang memberikan keterangan juga ada yang tanpa alasan mereka absen UN. Tapi ada satu siswa yang terang-terangan menolak ikut UN demi untuk persiapan pernikahannya. Satu siswa ini berasal dari SMK Islam Teknologi (Istek) Jurusan Teknik Mekanik Otomotif.

Kepala SMK Istek, Drs Tulus Siswanto dalam keterangannya menjelaskan, siswa yang mengundurkan diri bernama Fajar Aditya Suryanto, beralamat di Larangan, Kabupaten Brebes.

“Sebelum pelaksanaan UN, kami sudah mendatangi rumahnya dan menemui Fajar serta orangtuanya untuk menanyakan alasan pastinya. Kami bahkan membujuk Fajar agar tetap mengikuti ujian, namun Fajar tetap menolak mengikuti ujian karena berencana akan menikah,” katanya.

Menurut Tulus, pihaknya sangat menyayangkan ketidakikutsertaan Fajar karena langkah Fajar dalam mengenyam pendidikan menengah atas hanya tinggal sekitar satu bulan lagi. Namun, rupanya Fajar tetap menolak mengikuti ujian. Sehingga, sekolah akhirnya menyuruh Fajar untuk membuat surat pernyataan bermaterai, agar di kemudian hari sekolah tidak disalahkan atas ketidakikutsertaan Fajar.

Saat dikonfirmasi mengenai siswa SMK Istek yang mengundurkan diri, Ketua Panitia Penyelenggara UN SMA/MA dan SMK Kota Tegal, Dra Titik Andarwati menjelaskan, siswa tersebut dihitung tidak mengikuti UN. “Siswa tersebut kami anggap tidak mengikuti UN dan tidak mengganggu rekap peserta UN,” katanya. Dalam perinciannya Titik Andarwati mengatakan, total peserta UN 2009 di Kota Tegal sebanyak 4.915 siswa. Rinciannya, 2.472 siswa dari SMA/MA dan 2.443 siswa dari SMK.

Dari jumlah itu, lanjutnya, ada 52 siswa di antaranya yang ijin tidak mengikuti ujian. Untuk SMA ada 11 siswa terdiri dari SMA kelas IPA di SMA 2 ada dua siswa, SMA 4 ada satu siswa dan SMA 5 ada satu siswa. Sedangkan untuk SMA kelas IPS, SMA 5 ada dua siswa, SMA PGRI ada satu siswa dan SMA Pancasakti ada tiga siswa. Serta dari SMK sebanyak 41 siswa.

“Alasannya kami belum tahu. Untuk ke 52 siswa tersebut, bisa mengikuti ujian setelah ujian utama selesai atau mengikuti ujian susulan pada Senin (27/4) mendatang,” ujarnya.

Untuk siswa yang tiba-tiba sakit saat pelaksanaan ujian, Titik mengatakan, pihaknya mengimbau agar siswa yang sakit wajib membuat surat keterangan sakit. Jadi, Enakan UN, Sakit apa Nikah ya…?

Minggu, 19 April 2009

Selamat Mengerjakan LJUN, Yakinlah Kalian Sukses


PELAKSANAAN ujian nasional (UN) SMA/MA/SMK mulai Senin (20/4/09). Pengawas diimbau agar tepat waktu, bahkan datang sebelum pelaksanaan ujian berlangsung. Jika pengawas terbukti datang terlambat, maka Pemkot Tegal akan memberikan sanksi.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tegal, Suryaningsih Budiastuti SH usai Rakor UN, Sabtu (18/4) lalu di Aula SMK 1 Kota Tegal. Tuti (panggilan Suryaningsih) menegaskan, jika pengawas ujian terbukti datang terlambat, maka pihaknya akan memberikan sanksi administrasi.

“Pengawas diharapkan bisa datang sebelum ujian dilangsungkan atau bahkan saat soal ujian datang. Sebab, soal dan lembar jawaban ujian nasional (LJUN) mulai diambil dari masing-masing sub rayon pukul 06.45 WIB setiap harinya,” katanya.

Tuti menambahkan, para pengawas juga dilarang melakukan kecurangan dalam pelaksanaan ujian nanti. Untuk itu, Disdik dalam mengantisipasi segala kecurangan akan memperketat pengawasan dari pelaksanaan hingga pengembalian lembar jawaban UN.

Tuti meminta kepada pengawas ujian, setelah selesai ujian, lembar ujian dimasukkan dalam amplop A dan B serta diurutkan sesuai nomornya dan setelahnya dijadikan satu amplop. “Jika pengawas terbukti melakukan kecurangan akan kami beri sanksi tegas, baik berupa sanksi administrasi maupun sanksi kepegawaian,” katanya.

Dalam rakor tersebut, Tuti juga memberikan laporan tentang pelaksanaan UN. Menurutnya, soal UN dari Provinsi Jateng sudah sampai di Tegal sejak Sabtu (19/4) pagi lalu dan langsung didistribusikan ke sub rayon SMA di SMA N 1 dan sub rayon SMK di SMK N 2 dengan dikawal ketat oleh Polresta Tegal.

Dalam laporannya, Tuti menyampaikan pula, sebanyak 4.915 siswa mengikuti UN, 2.472 siswa dari SMA/MA yang akan menempati 125 ruang dan 2.443 siswa dari SMK yang akan menempati 144 ruang. Sedangkan untuk siswa yang tidak bisa mengikuti ujian di jadwal yang seharusnya, akan diberikan kesempatan mengikuti ujian susulan setelah pelaksanaan UN utama.

“Dalam pelaksanaan UN nanti, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka kami segera dilapori agar bisa mengambil langkah-langkah secepatnya. Selain itu, dana penyelenggaraan UN berasal dari APBN I dan APBD II. Jadi tidak ada pungutan dari siswa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Tegal, Habib Ali Zaenal Abidin SE saat acara rakor juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, dalam pelaksanaan UN nanti, jangan sampai ada siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena adanya kendala penyelesaian administrasi.

“Untuk para pengawas, kami minta jangan sampai anak-anak dibuat tegang saat pengawasan ujian. Lakukan semuanya karena niat ibadah dan jangan sampai melakukan kecurangan,” tegasnya. Betul ya Habib… Soal UN kan udah sulit, jadi peraturannya jangan tambah rumit.

sapaan seksi

sapaan seksi