KETIKA di rumah, siswa SMP N 2 Kota Tegal, Ganda Fitrandia Islami selain gayeng membaca buku juga pandai memanfaatkan komputer sebagai teman, khususnya dalam mengerjakan banyak tugas sekolah.
“Saya lagi senang membaca buku Zero to Hero, karena isinya mengenai bimbingan kepribadian dari sudut pandang agama,” kata Ganda kepada NP, pekan lalu di kantor sekolah.
Selain itu, anak kelahiran Pemalang, 30 Maret 1993, pemilik hobi membaca dan bermain komputer ini, kini gemar menelusur artikel di internet melalui situs yang menyajikan artikel pengetahuan popular.
“Saya di warnet paling lama satu jam. Begitu dapat artikel yang menarik, segera transfer ke flashdisc, setelah di rumah saya baru membacanya,” papar anak berpantangan makanan pedas yang memiliki pemikiran ekonomis ini.
Sebagai siswa berprestasi, menurut anak pertama dari tiga bersaudara yang berayah dan ibu, Drs Aziz Iqbal dan Dra Ismayawati ini, dirinya punya prinsip, tidak gampang menyerah dalam setiap menghadapi kesulitan. “Dalam menghadapi soal matematika yang sulit misalnya, jika saya gagal menemukan jawaban dengan satu rumus tertentu, saya tidak segan-segan mencoba menggunakan rumus lain,” akunya.
Pantas saja pemilik cita-cita ingin menjadi Programer Komputer ini sejak SD hingga SMP berhasil pertahankan prestasi sebagai siswa teladan. Adapun prestasi yang pernah diraihya, juara II OSN mata pelajaran (mapel) Matematika tingkat Kota Tegal tahun 2007. Juara I lomba Mapel Matematika tingkat Kecamatan. Juara I lomba Mapel Matematika tingkat Kota Tegal dan juara I Olimpiade Matematika tingkat Kota Tegal. Siswa Berprestasi 1 tingkat Kota Tegal baik ketika masih duduk di bangku SD maupun SMP (hamidin)
Rabu, 01 April 2009
Fatkhatin Nurul Ihya Ingin Menjadi Guru Matematika
MENJADI guru mata pelajaran (mapel) Matematika. Itulah cita-cita siswa kelas VI SDN Slerok Kota Tegal, Fatkhatin Nurul Ihya. Oleh teman-temannya biasa disapa Nurul. “Di antara mapel yang diajarkan guru di sekolah, saya lebih menyukai mapel matematika dan IPA,” kata Nurul kepada NP, Rabu (14/11) di kantor sekolah. Selain itu, anak pertama dari 2 bersuadara putri pasangan Nurhikmah dengan Tahirin ini, katanya, juga menyukai guru yang memiliki rasa humor tinggi dalam setiap memberikan mapel. “Kalau gurunya terlalu galak, kita jadi takut, lalu tidak bisa berfikir,” ujar Nurul berpendapat. Begitu juga pendapatnya mengenai sikap teman-teman. Nurul kurang suka kepada anak yang nakal dan sok jagoan.
Selain aktifitas di sekolah, setiap malam Minggu dan Selasa, Nurul bersama teman-teman di kampungnya rajin mengikuti pelatihan tilawah kepada uarad Nurohman di pondoknya di Jl Warkudoro Kejambon. Alhasil, siswa yang selalu rangking 1 dari kelas II hingga kelas IV ini, pernah meraih prestasi sebagai Juara III MTQ dan Juara I Tartil Quran. Lagu
-lagu tilawah yang sudah dikuasinya seperti hijaz dan bayati. “Di sekolah saya juga ikut kegiatan menari dan seni musik,” lanjut Nurul yang juga aktif dalam kegiatan Pramuka. Bersama regu siaga di sekolahnya, Nurul dan kawan-kawan pernah meraih meriah Juara Harapan II dalam kegiatan pesta siaga di Kota Tegal (hamidin)
Selain aktifitas di sekolah, setiap malam Minggu dan Selasa, Nurul bersama teman-teman di kampungnya rajin mengikuti pelatihan tilawah kepada uarad Nurohman di pondoknya di Jl Warkudoro Kejambon. Alhasil, siswa yang selalu rangking 1 dari kelas II hingga kelas IV ini, pernah meraih prestasi sebagai Juara III MTQ dan Juara I Tartil Quran. Lagu
-lagu tilawah yang sudah dikuasinya seperti hijaz dan bayati. “Di sekolah saya juga ikut kegiatan menari dan seni musik,” lanjut Nurul yang juga aktif dalam kegiatan Pramuka. Bersama regu siaga di sekolahnya, Nurul dan kawan-kawan pernah meraih meriah Juara Harapan II dalam kegiatan pesta siaga di Kota Tegal (hamidin)
Emhaka Yudhistira Masih SMP Sudah Bolak-balik ke UI
TAMPANGNYA boleh dibilang sebanding dengan prestasi yang pernah diraihnya. Jidat rata, kaca mata tebal, dua kelopak matanya setengah mengantuk meski kedua bola matanya lincah dan bernas. Nama si tampang kutu buku ini siswa kelas IX-C SMP N 1 Paguyangan Kabupaten Brebes, Emhaka Yudhistira.
Meski tinggalnya di desa Negaradaha yang terletak di sebrang persawahan jauh dari keramaian, sekolah pun masih duduk di bangku SMP kelas IX, namun belum lama ini Emha sudah merasakan duduk di “bangku panas” yang notabene menjadi incaran para lulusan SMA atau sederajat di seluruh Indonesia, yakni di Kampus Universitas Indonesia. “Sekitar lima kali saya bolak-balik ikut bimbingan soal-soal mata pelajaran (Mapel) Matematika di kampus UI Depok,” aku Emhaka yang didampingi Wakil Kepala Sekolah SMP N 1 Paguyangan, Widodo SPd., kepada NP, Sabtu (29/9) di ruang Bimbingan dan konseling.
Putra kelahiran Brebes 24 November 1993 ini, mengikuti bimbingan Mapel Matematika di UI Depok, karena dia termasuk salah seorang siswa yang berhasil mewakili Kabupaten Brebes mengikuti Olimpiade Sain Nasional (OSN) Mapel Matematika. “Saya ke Jakarta sebulan sekali ditemani Ibu Suci (Suci Mulyani SPd., Red). Sebelumnya saya juga ikut bimbingan serupa di Tegal,” aku siswa penyuka berbagai buku bacaan. Pengalaman mengikuti olimpiade sain diawali sejak kelas lima SD, Emhaka telah mewakili sekolahnya dalam Olimpiade Mapel Matematika di tingkat kecamatan. Begitu masuk SMP, selain ikut ekstrakurikuler Kepramukaan, dia juga ikut ekstrakurikuler OSN Mapel Matematika. Meski pelajaran matematika di sekolahnya relatif sudah dikuasai, namun Emhaka mengaku tidak pernah mengabaikan pelajaran itu. “Setiap menjelang test saya tetap rajin belajar, termasuk mata pelajaran Matematika. Karena saya memang suka matematika,” akunya kalem (hamidin)
Meski tinggalnya di desa Negaradaha yang terletak di sebrang persawahan jauh dari keramaian, sekolah pun masih duduk di bangku SMP kelas IX, namun belum lama ini Emha sudah merasakan duduk di “bangku panas” yang notabene menjadi incaran para lulusan SMA atau sederajat di seluruh Indonesia, yakni di Kampus Universitas Indonesia. “Sekitar lima kali saya bolak-balik ikut bimbingan soal-soal mata pelajaran (Mapel) Matematika di kampus UI Depok,” aku Emhaka yang didampingi Wakil Kepala Sekolah SMP N 1 Paguyangan, Widodo SPd., kepada NP, Sabtu (29/9) di ruang Bimbingan dan konseling.
Putra kelahiran Brebes 24 November 1993 ini, mengikuti bimbingan Mapel Matematika di UI Depok, karena dia termasuk salah seorang siswa yang berhasil mewakili Kabupaten Brebes mengikuti Olimpiade Sain Nasional (OSN) Mapel Matematika. “Saya ke Jakarta sebulan sekali ditemani Ibu Suci (Suci Mulyani SPd., Red). Sebelumnya saya juga ikut bimbingan serupa di Tegal,” aku siswa penyuka berbagai buku bacaan. Pengalaman mengikuti olimpiade sain diawali sejak kelas lima SD, Emhaka telah mewakili sekolahnya dalam Olimpiade Mapel Matematika di tingkat kecamatan. Begitu masuk SMP, selain ikut ekstrakurikuler Kepramukaan, dia juga ikut ekstrakurikuler OSN Mapel Matematika. Meski pelajaran matematika di sekolahnya relatif sudah dikuasai, namun Emhaka mengaku tidak pernah mengabaikan pelajaran itu. “Setiap menjelang test saya tetap rajin belajar, termasuk mata pelajaran Matematika. Karena saya memang suka matematika,” akunya kalem (hamidin)
SBI Kini Sangat Diperlukan
TEGAL (NP) – Ekspos Sekolah Bertaraf International (SBI) SMKN 3 Kota Tegal digelar bersama acara pelepasan kelas tiga serta penyerahan penghargaan Sistim Menejeman Mutu (SMM) ISO 9001-2000, pada Kamis (22/5) di halaman sekolah.
Direktur Pembinaan SMK Direktorat Menengah dan kejuruan Depdiknas Jakarta dalam sambutan tertulis yang disampiakan Drs H Kuswara Purawijaya, menyebutkan bahwa sekolah bertaraf internasional saat ini sangat diperlukan untuk mencetak tenaga kerja yang unggul dan mampu bersaing baik di pasar lokal maupun international. “Kita saat ini telah memasuki era millennium ketiga, dimana globalisasi bukan lagu merupakan suatu yang akan terjadi, melainkan terlah menjadi kenyataan yang harus dihadapi di antaranya persaingan dalam berbagai segi,” kata Kuswara dari Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bandung.
Sesuai data yang dipaparkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dalam sambutan yang disampaikan Drs Sri Agung Prabowo, menyebutkan di Jawa Tengah terdapat 35 SMK SBI yang telah menunjukkan prestasinya, salah satunya SMKN 3 Tegal. “Jawa Tengah merupakan provinsi yang melakukan SBI terbanyak disbanding provinsi lain,” kata Agung. Dijelaskannya, SMK SBI seluruh Indonesia berjumlah 179 yakni terdiri atas Jatim 26 SMK, Jabar 15 SMK sedangkan DKI Jakarta 7 SMK.
Saat ini SMKN 3 telah masuk menjadi jawara SMK SBI. Dengan demikian akan banyak menghadapi banyak tantangan yang harus dihadapi. Karena itu Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal yang disampikan Drs Suwandi mengingatkan bahwa dengan ekspos sekolah bertaraf international (SBI) berarti merupakan awal tantangan dan tuntutan yang harus dihadapi secara proposional dan professional. “Ini semua dapat berjalan sinergi manakala seluruh komponen tetap konsisten dalam mendukung berbagai program yang dirancang dan ditawarkan kepada masyarakat,” kata Suwandi.
“Kegiatan ekspos sebuah keharusan dari SBI. Kegiatnnya sudah dimulai sejak dua bulan lalu, antara lain penghijauan kampus, penggunaan baha Inggris baik untuk siswa maupun guru, teaching factory. Bengkel advance yang disampaikan ke masyarakat yakni para orang tua dan masyarakat industri,” papar Kepala SMKN 3 Ibnu Hajar Dewantoro kepada NP usai acara di ruang kerjanya (hamidin)
Direktur Pembinaan SMK Direktorat Menengah dan kejuruan Depdiknas Jakarta dalam sambutan tertulis yang disampiakan Drs H Kuswara Purawijaya, menyebutkan bahwa sekolah bertaraf internasional saat ini sangat diperlukan untuk mencetak tenaga kerja yang unggul dan mampu bersaing baik di pasar lokal maupun international. “Kita saat ini telah memasuki era millennium ketiga, dimana globalisasi bukan lagu merupakan suatu yang akan terjadi, melainkan terlah menjadi kenyataan yang harus dihadapi di antaranya persaingan dalam berbagai segi,” kata Kuswara dari Pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bandung.
Sesuai data yang dipaparkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dalam sambutan yang disampaikan Drs Sri Agung Prabowo, menyebutkan di Jawa Tengah terdapat 35 SMK SBI yang telah menunjukkan prestasinya, salah satunya SMKN 3 Tegal. “Jawa Tengah merupakan provinsi yang melakukan SBI terbanyak disbanding provinsi lain,” kata Agung. Dijelaskannya, SMK SBI seluruh Indonesia berjumlah 179 yakni terdiri atas Jatim 26 SMK, Jabar 15 SMK sedangkan DKI Jakarta 7 SMK.
Saat ini SMKN 3 telah masuk menjadi jawara SMK SBI. Dengan demikian akan banyak menghadapi banyak tantangan yang harus dihadapi. Karena itu Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tegal yang disampikan Drs Suwandi mengingatkan bahwa dengan ekspos sekolah bertaraf international (SBI) berarti merupakan awal tantangan dan tuntutan yang harus dihadapi secara proposional dan professional. “Ini semua dapat berjalan sinergi manakala seluruh komponen tetap konsisten dalam mendukung berbagai program yang dirancang dan ditawarkan kepada masyarakat,” kata Suwandi.
“Kegiatan ekspos sebuah keharusan dari SBI. Kegiatnnya sudah dimulai sejak dua bulan lalu, antara lain penghijauan kampus, penggunaan baha Inggris baik untuk siswa maupun guru, teaching factory. Bengkel advance yang disampaikan ke masyarakat yakni para orang tua dan masyarakat industri,” papar Kepala SMKN 3 Ibnu Hajar Dewantoro kepada NP usai acara di ruang kerjanya (hamidin)
Langganan:
Komentar (Atom)
sapaan seksi